Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Petani Kediri Keluhkan Serangan Bakteri pada Tanaman Padi

Petani Kediri melakukan penyemprotan untuk mengusir bakteri yang menyerang tanaman padi, Rabu (24/2/2021)

Kediri (beritajatim.com) – Petani melaporkan bahwa lahannya mulai di serang oleh bakteri. Terkait itu, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui petugas POPT dari Dinas Pertanian dan Perkebunan langsung melakukan pemberian bantuan pestisida pembasmi hama dan penyakit.

Pemberian bantuan dilakukan melalui Gerakan pengendalian hama (GERDAL) oleh kelompok tani yang berada di Desa Doko Kecamatan Ngasem. Dari pengamatan petugas Dipertabun di lapangan, lebih dari 1 Hektar atau sekitar 6,6 persen lahan warga yang ditanami padi terkena penyakit xanthomonas oryzae atau yang biasa disebut petani dengan istilah penyakit kresek lalat daun.

Menurut Muhammad Karim petugas POPT ada dua faktor yang menjadi penyebab munculnya penyakit xanthomonas oryzae, diantaranya persemaian bibit padi yang kurang pas sesuai dengan tahapannya dan juga dari curah hujan yang sangat tinggi akhir akhir ini.

“Penyakit ini disebabkan iklim yang lembab akibat hujan terus menerus, meskipun hanya menyerang sebagian sawah warga namun kita harus bertindak cepat, sebab jika dibiarkan petani dapat gagal panen atau puso,” ungkap Karim, Rabu (24/2/2021).

Untuk ciri ciri tanaman padi yang diserang penyakit ini bagian pinggir daunnya berwarna kuning dan kemudian mengering atau terlihat gosong. Jika dibiarkan dan tidak segera diatasi maka bisa merambat hingga ke bulir padi yang menyebabkan bulir padi tidak bisa tumbuh secara normal.

Dalam hal ini petugas dari Dinas Pertanian memberikan bantuan pestisida jenis Nordox yang dicampur dengan air dan diberikan secara bersama sama kepada seluruh kelompok tani yang lahannya diserang oleh penyakit tersebut.

Petani di Kediri berkumpul di sawan yang terserang bakteri

“Kali ini bantuan berupa pestisida kimia, namun seminggu kedepan kami akan memberikan bantuan lagi berupa pestisida nabati atau agen hayati agar menjadi contoh kepada petani jika pestisida organik juga bisa digunakan untuk membasmi penyakit berbahaya,” imbuh Muhammad Karim.

Ia berharap dengan adanya pestisida organik yang di olah dari bahan bahan alami membuat padi tidak mudah terserang penyakit serta hasil dari padinya juga aman untuk kesehatan. Selain itu, keseimbangan unsur hara dalam tanah masih terjaga sehingga petani bisa melakukan pertanian dalam jangka panjang.

“Selain itu dengan disemprotkan pestisida organik, maka daya tahan tumbuhan akan lebih kebal terhadap serangan penyakit terlebih saat ini sedang dalam cuaca ekstream dengan curah hujan yang tinggi,” tutup Karim. [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar