Peristiwa

Pesta Miras, Pelajar di Gresik Ini Malah Tewas

Gresik (beritajatim.com)– Seorang pelajar berinisial ASP (16) asal Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Gresik tewas mengenaskan setelah melakukan pesta minuman keras (miras).

Sebelum tewas, ASP melakukan pesta miras bersama sejumlah rekannya. Kasus tersebut saat ini sedang ditangani Polsek Benjeng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kasus tersebut berawal korban ASP bersama rekannya mengadakan pertemuan. Saat pertemuan itu tidak diketahui berapa banyak miras yang dihabiskan.

Orang tua korban, Sahli menyatakan anaknya pamit keluar hendak main sama temannya mencari burung. Namun, usai pamitan tidak pulang ke rumahnya. Tapi, pagi harinya sempat pulang ke rumah.

“Sewaktu pulang saya tanya darimana katanya habis mencari burung,” ujarnya, Rabu (17/04/2019).

Sahli tidak menaruh curiga. Tetapi, malam harinya kondisi anaknya mulai mengeluh dan merasakan sakit mual-mual.

“Saya tanya lagi malah menjawab masuk angin biasa,” tuturnya.

Curiga dengan kondisi anaknya. Sahli langsung membawa anaknya Puskesmas Benjeng. Usai diperiksa tidak ada tanda penyakit apa-apa. Korban pun kembali dibawa pulang. Setelah beberapa jam dirumah orang tua korban cemas melihat kondisi anaknya yang berbeda alias pucat. Saat itu juga anaknya dibawa ke RS Wates Husada Balongpanggang namun peralatannya kurang lengkap. Sehingga, dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit. Sayangnya, nyawa ASP tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

“Saya tidak menyangka anak saya habis minum. Bahkan, ada beberapa rekanny sempat dirawat dirumah sakit di Surabaya,” ungkap Sahli.

Kapolsek Benjeng AKP Zamzani membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengatakan, mulanya terjadi keributan di desa setempat. Kemudian, anggota datang ke lokasi.

“Korban sudah dibawa kerumah sakit sempat dirawat lalu meninggal,” tukasnya.

Sampai saat ini lanjut Zamzami pihaknya masih meminta keterangan sejumlah saksi. Pasalnya, masih ada satu lagi orang yang dirawat di rumah sakit.

“Laporan sementara yang masuk baru satu orang yang menjadi korban,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar