Peristiwa

Pesilat Pagar Nusa di Jember Dikeroyok, Keluarga Minta Hukum Ditegakkan

Jember (beritajatim.com) – Seorang pesilat dari perguruan Pagar Nusa, Eko Suwito (35), dikeroyok gerombolan orang tak dikenal, di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (1/2/2020) malam. Ia saat ini tak sadarkan diri dan dirawat intensif di RS Daerah dr. Soebandi.

Pengeroyokan terhadap Eko terjadi di Desa Serut. Fitriyatul Rizkiyah, adik sepupu Eko, mengatakan, malam itu sebenarnya ada di dalam rumah. Namun ia mendengar ada ramai-ramai, sehingga keluar rumah. Kebetulan saat itu ada acara kenaikan tingkat perguruan silat.

Belum jelas apa penyebab keributan. Namun, menurut Fitriyatul, Eko dikeroyok dan dianiaya. “Waktu itu ada teman Mas Eko sekitar 30 orang. Lalu didatangi massa, katanya lebih dari 200 orang,” katanya.

Keluarga Eko tidak tahu jika terjadi pengeroyokan. “Tahunya tadi pagi ada yang bilang Mas Eko masuk Rumah Sakit dr. Soebandi,” kat Fitriyatul.

Eko adalah anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Karnoto dan Misna. “Kami serahkan persoalan ini kepada hukum saja,” kata Fitriyatul. Akibat penganiayaan itu, Eko mengalami gegar otak ringan.

Peristiwa ini membuat prihatin Wakil Ketua Pengurus Cabang NU Jember Ayub Junaidi. Ia menjenguk korban dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban, Minggu (2/2/2020) sore. “Kami menyerukan kepada seluruh warga Pagar Nusa dan Nahdliyyin untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan apapun. Kita serahkan kepada aparat kepolisian untuk mencari pelaku dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” katanya. Pengurus NU juga akan membantu biaya pengobatan korban. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar