Peristiwa

Pesan Bunsu Anton Bagi NU Jelang Imlek

Malang (beritajatim.com) – Rohaniawan umat Khonghucu, Bunsu Anton Triyono membeberkan secara panjang lebar peran Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam perayaan Imlek di Indonesia.

Bunsu Anto menjelaskan, yang perlu diketahui khalayak, Gus Dur tidak mensyahkan Imlek. Tapi mengembalikan warga negara pemeluk agama Khonghucu diakui Undang-Undang.

“Kami umat Khonghucu sangat berterima kasih pada Presiden RI ke empat Gus Dur. Maka dari itu, kami selalu bersinergi dan mendorong untuk membentuk Gus Durian di Malang,” terang Bonsu, Minggu (3/2/2019) malam.

Bunsu Anton yang juga menjabat Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang ini membeberkan, Gus Dur adalah simbol kerukunan bagi umat beragama di Indonesia. Ditanya hubungan umat Khonghucu dengan warga Nahdliyin atau NU, Bunsu Anton pun mengaku sangat baik.

“Luar biasa. Luar biasa, kita ikut bersinergi dengan sahabat-sahabat kami di NU. Kami berusaha meningkatkan persahabatan dan kerukunan, menciptakan situasi yang kondusif. Karena NU itu luar biasa,” tegas Bunsu Anton.

Pria 78 tahun yang masih menjabat Humas Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang itu menerangkan, NU punya filosofi kehidupan yang sangat tinggi. Dengan gambar bumi dan di ikat dengan tali, maknanya sangat dalam dan luar biasa.

“Lambang NU itu filosofinya tinggi. Dengan gambar bumi dan diikat tali, buka rantai loh, tapi ini tali dari jerami. Kenapa kok bukan rantai, padahal rantai lebih kuat dari jerami. Ini filosofi yang sangat tinggi. Sehingga, NU punya toleransi yang tinggi, tali kan lentur beda dengan rantai,” bebernya.

Bunsu Anton melanjutkan, di usianya yang sudah semakin sepuh, dirinya berharap sahabat-sahabatnya dari kalangan NU harus bisa menciptakan perdamaian. “Saya berharap kawan-kawan saya di NU bisa menjadi pemersatu bangsa dan dunia. Indonesia harus menjadi suar perdamaian dunia, ini luar biasa, Insya Allah kami yang sudah tua bisa melihat dan menyaksikan kawan-kawan dari NU sebagai suar perdamaian dunia,” pungkasnya. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar