Peristiwa

Pertamina EP Asset 4: Semburan Lumpur dari Sumur Minyak Peninggalan Belanda

Warga melihat semburan lumpur di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Semburan lumpur yang berada di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro diduga berasal dari bekas pengeboran sumur minyak peninggalan Belanda. Tidak jauh dari semburan memang banyak sumur minyak dan masih aktif.

Sumur-sumur tradisional itu merupakan Wilayah Kerja Penambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dan dikelola oleh penambang dari masyarakat sekitar. Sumur tua yang masih aktif berada di Desa Wonocolo dan Kawengan Kecamatan Kedewan.

Legal and Relation Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Angga Aria membenarkan bahwa semburan lumpur tersebut dari sumur tua bekas peninggalan Belanda di sekitar wilayah Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

“Tim HSSE PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field sudah melakukan pengecekan ke lokasi, dan akan diinfokan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Angga menambahkan, untuk penanganan selanjutnya pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Sebagai antisipasi kami mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk tidak menyalakan api,” imbuhnya.

Sementara diketahui, semburan lumpur kali pertama diketahui warga pada, Senin (3/2/2020). Semburan lumpur tersebut diketahui warga karena suara gemuruh yang ditimbulkan. Semburan diperkirakan setinggi dua meter. Selain itu, bau menyengat seperti gas elpiji yang bocor juga menarik perhatian warga.

“Pertama kali lumpur menyembur dari tanah setinggi kurang lebih dua meter,” ujarnya salah seorang warga Zainuddin Abbas saat berada di lokasi semburan.

Namun, lanjut Zainuddin, semburan lumpur itu hanya bertahan beberapa jam saja. Setelah itu, hanya muncul gelembung-gelembung lumpur. Namun, gelembung lumpur itu juga bercampur dengan minyak mentah. “Mungkin di sini dulu bekas sumur tambang minyak dulu yang sudah tidak dipakai,” pungkasnya.

Sementara diketahui, munculnya semburan lumpur berwarna hitam kecoklatan dari dalam tanah itu menarik perhatian warga. Untuk menjaga keselamatan warga, di lokasi dipasang garis pengaman agar warga tidak melihat terlalu dekat dengan sumber semburan. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar