Peristiwa

Pertamina dan Hiswana Migas Banyuwangi Donasi 5 Ton Beras

Banyuwangi (beritajatim.com) – Gotong royong menanggulangi dampak covid 19 di masyarakat terus ditunjukkan sejumlah pihak. Yang terbaru, PT Pertamina (Persero) dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Banyuwangi menyumbang 5 ton beras yang langsung diserahkan ke posko gugus tugas penanganan Covid-19 Banyuwangi.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Integrated Terminal Manager Tanjung Wangi Banyuwangi, Harjito sebagai perwakilan PT. Pertamina, kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Posko, Kamis (30/4/2020). “Kami ingin ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak wabah virus corona,” ujar Harjito, usai penyerahan.

Harjito menyebut, donasi ini merupakan rangkaian program Pertamina Peduli Penanggulangan Covid-19. Selain dari PT. Pertamina (Persero), bantuan juga dihimpun dari Hiswana Migas yang terdiri dari para pengusaha elpiji, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE). “Semoga bantuan 5 ton beras dari kami bisa membantu mereka di tengah situasi yang sulit ini,” kata Harjito.

Harjito pun menyatakan siap mendukung program-program pemkab terkait penanganan covid 19. “Misalnya, saat pemkab akan membuka dapur umum kami siap mensuport apa yang dibutuhkan,” sambungnya.

Bupati Anas pun menyambut baik bantuan tersebut. Bagi Anas, gotong royong semua pihak adalah hal penting yang harus ditumbuhkan dalam menghadapi pandemi ini.

“Terima kasih atas donasinya dari seluruh pihak yang selama ini terus mendukung upaya penanganan. Mulai dari asosiasi, pekerja profesi, ASN, BUMN, dan pihak lain yang banyak memberikan sumbangan. Semoga kita terus bahu-membahu hingga wabah ini berakhir,” ujar Anas.

Anas menyampaikan, seluruh donasi yang terkumpul di gugus tugas telah disalurkan secara bertahap sejak beberapa waktu lalu kepada warga yang berhak menerima. Pemkab juga memiliki bantuan sembako yang dianggarkan dari APBD yang juga bakal dibagikan dalam waktu dekat.

“Penerima Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, dan Bantuan Langsung Tunai tidak kami prioritaskan untuk mendapat bantuan dari gugus tugas ini, karena sudah ada kriterianya masing-masing,” kata Anas.

Donasi ini, akan disalurkan kepada warga terdampak namun yang belum masuk skema penerima bantuan baik pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah.

“Semua bantuan yang masuk akan kami distribusikan dengan baik. Misalnya, karyawan hotel yang dirumahkan sehingga tidak ada penghasilan lagi, atau pedagang yang omsetnya langsung terjun bebas akibat covid 19. Mereka ini kan belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tapi sudah layak kita bantu karena kondisinya yang memang terdampak covid 19,” terang Anas. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar