Peristiwa

Persebaya Bingung dengan Keputusan Komdis PSSI, Ini Alasannya

Kerusuhan usai Persebaya melawan PSS Sleman. (foto: Wahyu Hestiningdiah)

Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya harus menerima kenyataan pengajuan banding terkait larangan bertanding penonton ditolak oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, pada Rabu 27 November 2019.

Padahal, manajemen Persebaya sudah berusaha keras memperjuangkan banding tersebut disetujui, dengan alasan pertandingan tanpa suporter tentu memberikan atmosfer yang berbeda.

Sementara itu, menanggapi banding yang tidak disetujui, Sekretaris Persebaya, Ram Surahman mengatakan masih bingung dengan surat yang dikirimkan oleh PSSI.

“Banding Persebaya ditolak, tapi kok surat penolakannya membingungkan,” kata Ram saat dikonfirmasi, Kamis (28/11/2019).

Ram menjelaskan bingungnya manajemen Persebaya ini karena dalam surat tersebut menerangkan, dengan jelas komdis menerima banding dari PSS Sleman.

“Nah yang bikin bingung itu disebutkan putusan itu PSS Sleman yang mengajukan banding,” tambah dia.

Melihat hal ini, Ram mempertanyakan putusan yang dikeluarkan komdis. Sebab bisa saja Komdus PSSI salah ketik, maka dari itu ia melakukan protes.

“Ini yang benar yang mana, masa SK resmi bisa salah ketik,” ucap dia.

Seperti diketahui, Persebaya mendapat denda sebesar Rp 200 juta, hukuman ini diberikan komdis karena dianggap melanggar kode disiplin pasal 70 lampiran 1Kode Disiplin PSSI 2018. Komdis juga menghukum Persebaya larangan suporter mendukung timnya ke stadion baik home dan away.

Dengan ditolaknya banding ini, otomatis Persebaya tetap menggelar pertandingan di sisa lima laga ini tetap tanpa penonton baik home dan away. Serta wajib membayar denda seperti yang disebeutkan dalam surat yang dikirimkan PSSI dengan nomor 127/L1/SK/KD-PSSI/X/2019.[way/ted]






Apa Reaksi Anda?

Komentar