Peristiwa

Perpustakaan IAIN Jember Baru Jalani Proses Akreditasi

Arskal Salim (tengah)

Jember (beritajatim.com) – Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum terakreditasi. Belum terakreditasinya perpustakaan menjadi kendala proses alih status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri Jember.

“Alhamdulillah selama dua hari kemarin, Perpustakaan kita sudah diakreditasi, dan semoga saja nilainya maksimal,” kata Wakil Rektor I Miftah Arifin, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler IAIN Jember, Rabu (18/9/2019).

Tak hanya itu, menurut Miftah, pihaknya sudah menyusun filosofi keilmuan, yang melibatkan sejumlah dosen. Filosofi keilmuan UIN Jember nantinya disebut ‘Mata Air Ilmu’. Ini sedang kita godok secara serius agar benar- benar matang,” ungkapnya.

Namun Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Arskal Salim GP, meminta agar IAIN Jember memiliki distingsi atau kekhasan dan filosofi keilmuan yang jelas.

Kementerian Agama tidak ingin alih status kelembagaan IAIN ke UIN tidak hanya sekedar berubah nama. “Jadi saya minta agar ini dipersiapkan secara serius dan matang, agar nantinya alih status tersebut memang benar- benar layak,” kata Arskal saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran pejabat di lingkungan IAIN Jember, Selasa (17/9/2019) malam.

Arskal meminta, agar filosofi keilmuan yang dirancang mudah untuk diaktualisasikan dan sesuai dengan kearifan lokal di Jember. Filosofi keilmuan tersebut hendaknha bisa diwujudkan di masing- masing fakultas.

“Selain itu, distingsinya harus jelas, misalnya apa yang membedakan antara program studi umum yang dimiliki IAIN Jember dengan kampus umum seperti Universitas Jember dan Brawijaya. Ini yang kita inginkan, harus memiliki kekhasan dan berbeda dengan kampus umum,” kata Arskal. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar