Peristiwa

Pernyataan Sikap GMKI Terkait Persekusi Mahasiswa Papua di Surabaya

Ridwan Tapafeto Koordinator GMKI Wilayah V

Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Koordinator Wilayah V yang meliputi Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan pernyataan sikap terkait dengan tindakan aparat terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Pernyataan sikap ditanda tangani oleh Ridwan Tapafeto Kordinator Wilayah V, Ketua Cabang GMKI Surabaya Angganita Thyssen, Ketua Cabang GMKI Malang Jodi Martin Sianipar, Ketua Cabang GMKI Denpasar Alyuprayitno Umbu Makaborang dan
Ketua Cabang GMKI Mataram Prandi A.L Fanggi S.H

Dalam pernyataan sikap, Ridwan Tapafeto menjelaskan kronologi kejadian penangkapan terhadap Mahasiswa Papua yang dimulai pada Pada Rabu 14 Agustus 2019 sekitar pukul 09.30 WIB ketika Satpol PP mengunjungi asrama mahasiswa Papua dan meminta izin untuk melakukan pemasangan bendera.

“Pada Kamis 15 Agustus 2019 sekitar pukul 09.00 WIB, Drs. Ridwan Mubaraun M.Si sebagai camat tambaksari bersama TNI dan Satpol PP, melakukan pemasangan bendera merah putih di luar pagar asrama mahasiswa Papua Surabaya,” kata Ridwan Tapafeto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beritajatim.com, Rabu (21/8/2019).

Pada Jumat 16 Agustus 2019, di jalan Kalasan No 10 sekitar pukul 15.20 WIB, anggota TNI/Polri, Satpol PP dan sejumlah ormas mendatangi asrama mahasiswa Papua dengan tuduhan kepada mahasiswa Papua melakukan perusakan tiang bendera dan pembuangan bendera merah putih ke selokan.

Oknum yang berada dilokasi saat itu adalah TNI/Polri dan Satpol PP. Terdengar teriakan rasisme dari luar pagar asrama kepada mahasiswa Papua.

Saat itu aparat TNI/Polri dan Satpol PP tidak membuka ruang dialog yang baik kepada mahasiswa Papua, untuk memberikan penjelasan terkait pengrusakan tiang bendera dan tidak ada investigasi dari TNI/Polri, Satpol PP terkait pengrusakan tiang bendera.

“Malam hari pada tanggal 16 agustus 2019, beberapa ormas mendatangi asrama Papua dan bertindak reaksioner sambil menyanyikan yel-yel  usir-usir usir Papua, , usir Papua sekarang juga secara berulang-ulang,” tambah Ridwan.

Sekitar pukul 23.40 WIB TNI/Polri, Satpol PP dan organisasi massa tetap bertahan di depan asrama Papua, sehingga segala aktivitas mahasiswa Papua tidak bisa dilakukan, baik hanya untuk membeli makanan.

Pada Sabtu 17 Agustus 2019 sekitar pukul 02.00 WIB, 2 orang mahasiswa Papua mengantar makanan kedalam asrama tetapi dihadang didepan pagar oleh aparat kepolisian dan dibawa ke Mapolrestabes.

Sekitar pukul 14.40 WIB, aparat Polisi yang lengkap dengan senjata tanpa surat masuk dan penggeledahan dan penangkapan, melakukan upaya paksa masuk ke dalam asrama dengan cara menembakkan gas air mata terlebih dahulu.

Mahasiswa Papua menyerah kemudian ditangkap, diborgol, disuruh jongkok lalu digiring ke dalam 3 truk yang disediakan.

Pada saat penangkapan beberapa mahasiswa Papua mengalami tindakan represif dari oknum kepolisian. Jumlah mahasiswa yang ditangkap sebanyak 42 orang dan 1 kuasa hukum, kemudian mahasiswa Papua dibawa ke Mapolrestabes untuk dilakukan
pemeriksaan.

Pada 18 Agustus 2019 dini hari, Polrestabes memulangkan mahasiswa Papua setelah
pemeriksaan. [ted].

Berdasarkan kronologi tersebut maka Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia se-wilayah V menyatakan sikap bahwa :

1. Mengutuk keras tindakan represif dari pihak keamanan ( TNI dan POLRI) yang menembaki mahasiswa Papua dengan gas air mata

2. Mengecam tindakan Polri yang menerobos masuk dan menembakkan gas air mata

3. Menyayangkan tindakan kepolisian yang tidak sesuai dengan prosedur hukum mengenai penggeledehan, penangkapan dan penahanan.

4. Meminta kepada kepolisian ataupun TNI untuk membebas tugaskan bawahan dari TNI/Polri yang terlibat dalam tindakan persekusi

5. Meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas persekusi yang dilakukan oleh ormas-ormas dan harus menetapkan tersangka

6. Meminta kepada Polri dan Polda Jawa Timur untuk meminta maaf kepada masyarakat Papua atas tindakan represif dan persekusi yang dilakukan oleh anggotanya.





Apa Reaksi Anda?

Komentar