Peristiwa

Bertemu Badut dan Pesulap

Permintaan Venny Anak Berkebutuhan Khusus Bikin Terharu

Anggota Perbakin saat memberikan bantuan dan aksi sosial di Panti Asuhan Bhakti Luhur, Sidoarjo, Sabtu (14/12/2019). [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Venny (24), gadis berkebutuhan khusus di Panti Asuhan dan Panti Jompo Bhakti Luhur menjadi perhatian peserta Baksos dari anggota Perbakin Tembak Reaksi Jawa Timur, Sabtu (14/12/2019).

Bagaimana tidak, saat Baksos Perbakin menghadirkan badut dan sulap, Venny minta uang. Saat sang badut mengeluarkan kantong ajaibnya, Venny gadis yang tak bisa bercakap lancar ini pun tak luput mengucapkan uang.

Hanya saja, saat sang pesulap menunjukkan kantong merah hitam ternyata kosong ia pun lantas merundukkan wajahnya. “Hem.. kosong… mana uangnya?,” cetus Venny.

Karena tak tega melihat wajah gadis berkebutuhan khusus ini murung, pesulap pun lantas kembali melanjutkan aksinya. Sang pesulap mengerti bahwa Venny ingin segera mendapatkan uang. Tak berselang lama saat pesilap meminta Venny mengikuti mantra yang diucapkannya.

Bak melihat bom, Venny pun terkejut karena yang keluar dari dalam kantong adalah balon. “Hem.. kok balon, maunya uang,” ucapnya sembari merangsek menjauhi pesulap.

Karena melihat Venny merengek manja, pesulap lantas melanjutkan aksinya dengan kembali memasukkan tangan kanan ke kantong. Pelan dan pelan tangan pesulap pun keluar dan mulai nampak terlihat uang kertas Rp 5 ribu.

Dengan gaya manja senang dan gembira, Venny menjulurkan tangannya seakan berharap uang segera dikeluarkan. “Ye…. dapat satu,” kembali Venny berucap dengan kegirangan.

Usai mendapatkan uang, Venny ke belakang melihat temannya yang tak kebagian uang saat lomba tebak lagu yang berhadiah uang. Uang Rp 5 ribu itu diberikan ke rekannya yang sudah lansia dan juga berkebutuhan khusus.

Usai memberi, gadis lugu berambut sepundak ini kembali ke depan. Karena tahu aksi sang sulap masih berlanjut mengeluarkan uang, Venny kembali mengulurkan tangannya dan benar uang Rp 5 ribu kembali yang ia dapat.

Dengan sigap ia mengambil uang dan kembali lari ke belakang untuk memberikan uang itu ke rekannya yang lain. Kali ini gadis kecil berumur tujuh tahun yang ia beri. “Lagi…lagi…lagi… ada teman ku satu dan aku belum dapat uang,” katanya dengan artikulasi pengucapan kata tak jangkap.

Karena sudah kerap kali bermain sulap di Panti Asuhan anak dan lansia ini, pesulap pun mengeluarkan kembali dua lembar uang. Hingga akhirnya meski Venny meminta uang, justru sekumpulan karet balon yang ia dapat.

“Terima kasih sudah beri kami uang. Tuhan memberkati,” ucapnya sembali berlalu menuju tempat duduknya.

Anton, pesulap dan badut ini mengaku senang dan tak pernah bosan menghibur anak kebutuhan khusus di Panti Bhakti Luhur di Waru, Sidoarjo, ini. Menurutnya, meski berkebutuhan khusus, anak-anak dan lansia antusias mendengarkan dan berpartisipasi ikut sulap.

Tak peduli para penonton ini mengenalnya atau tidak, yang terpenting baginya adalah tawa anak dan lansia selalu terpancarkan. “Sering buat acara disini saya, malah bisa sampai sebulan dua atau tiga kali. Yang penting anak-anak dan lansia tak bosan dengan kita,” ucapnya sembari mengajak bercanda.

Sementara, bakti sosial yang dilaksanakan Perbakin Tembak Reaksi Jawa Timur ini memberikan makanan kecil dan makanan besar. Tak hanya itu, menghadirkan pesulap dan badut juga menjadi hiburan buat mereka yang tak mengetahui keberadaan ayah ibunya.

Hadi Susilo, angggota Perbakin Tembak Reaksi Jatim menjelaskan, baksos ini menjadi kegiatan tahunan. Setidaknya akan ada acara dua kali bakti sosial saat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Natal. Hal ini dilakukan karena anggota Perbakin juga memiliki berbagai kepercayaan.

“Perbedaan ini menjadi satu dalam hoby dan aksi sosial. Jadi kami bersyukur bisa diberi kesempatan tuk berbagi. Kami harap aksi ini bisa terus berlanjut seperti kami yang terus bersama dalam menyalurkan hobby menembak ini,” harapnya.

Tak hanya berhenti memberikan makanan dan bingkisan, para lelaki kekar yang biasanya berlatih menembak menggunakan senjata api ini juga menyuapi anak panti. Hal ini sontak membuat perawat dan penjaga panti senang karena meski aksi kecil, hal itu bisa membantu para perawat yang tak hanya memberi makan dua anak ini. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar