Peristiwa

Permintaan Meningkat, Pemkab Kediri Waspadai Peredaran Daging Sapi Gelonggong dan Ayam Tiren di Pasar

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional, untuk mengantisipasi peredaran daging tidak layak komsumsi saat permintaan meningkat di bulan puasa. Beruntungnya, dari sedikitnya tiga pasar tradisional yang didatangi, petugas tidak ditemukan indikasi daging glonggongan maupuan ayam tiren atau mati kemaren.

Sidak ini dilakukan oleh petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya itu guna mencegah aksi curang pedagang yang menjual daging sapi glonggongan dan ayam tiren, saat permintaan daging meningkat di bulan ramadan.

Dengan alat PH scaner dan pengukur kadar air, petugas memburu adanya daging sapi tak sehat yang mengandung penyakit. Selain itu, daging ayam tiren ataupun daging ayam tak sehat untuk konsumsi, tak luput dari inspeksi tersebut.

Dari sedikitnya tiga pasar tradisional di Kabupaten Kediri yang didatangi oleh petugas, beruntungnya tidak ditemukan adanya daging ayam maupun daging sapi dalam kondisi yang rusak. Dengan kata lain semua dalam kondisi yang baik dan sesuai dengan ketentuan.

Yuni Ishmawat, Kasi Kesmavet DKPP Kabupaten Kediri mengatakan, kegiatan pengawasan dan pembinaan produk pangan asal hewan ini bertujuan untuk menjamin daging dalam kondisi asuh, aman, sehat, utuh dan halal. Petugas juga mengambil sample daging untuk di periksa di laboratorium, untuk memeriksa kandungan mikrobiologi, apakah tercemar bakteri atau tidak.

“Kami melaksanakan pemeriksaan dan pengambilan sampel daging di Pasar Kunjang, Wonokerto Plemahan dan Pasar Pagu. Tujuannya adalah pertama pengawasa terkait daging sapi. Kualitas daging apakah masih layak konsumsi atau tidak. Kami juga mengambil sampel daging untuk dikirim ke Laboratorium Dinas Peternakan Provinsi Jatim terkait kandungan mikrobiologinya,” kata Yuni Ishmawat, pada Rabu (28/4/20201).

Masih kata Yuni, dari tiga pasar tradisional yang didatangi belum ditemukan indikasi daging yang tidak sehat. Semuanya dinyatakan masih layak untuk dikonsumsi. “Kalau hasil labnya masih akan kita kirim. Hasilnya seperti apa, nanti waktu kunjungan lagi akan kita sampaikan ke pedagang. Kalau memang ditemukan daging yang tidak layak, maka akan disampaikan ke pedagang, dan mereka akan kita berikan pembinaan,” jelasnya.

Sementara itu, sesuai data DKPP Kabupaten Kediri, meskipun ada peningkatan jumlah konsumsi masyarakat, tetapi stok daging selama bulan ramadan dipastikan aman. Untuk harga juga masih stabil yakni dikisaran Rp 100 sampai Rp 105 ribu untuk daging sapi dan Rp 32 ribu sampai Rp 34 ribu untuk daging ayam. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar