Peristiwa

Perjalanan Pulang Dinas, Gus Muhdlor Mendadak Ingin Turun Dari Mobil, Sopir dan Ajudan Kebingungan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sikap tawadlu (rendah hati) kepada masyarakat, terlebih kepada tokoh masyarakat dan ulama, terus ditunjukkan oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), di manapun berada.

Seperti halnya yang dilakukan usai acara pemberian bantuan sosial kepada masyarakat di Balai Desa Brebek Kec. Waru.

Gus Muhdlor yang sudah dalam mobil iringan berkendara arah pulang, mendadak meminta sopir dinasnya untuk berhenti dan Gus Muhdlor turun dari mobil.

Sontak sopir dan ajudannya dalam mobil kaget kebingunan, kenapa berhenti dan turun keluar mobil. Ternyata Gus Muhdlor mau memberikan salam kepada KH Husein Hasyim asal Brebek Kec. Waru yang ketepatan akan menghadiri acaranya, tapi terlambat.

KH Husein Hasyim (peci putih) membaca doa, Gus Muhdlor dan rombongan mengamini

Usai turun dari mobil dan ucapkan salam, Gus Muhdlor menanyakan kabar kyai sepuh asal Waru tersebut. “Pinaringan sehat Pak Kyai (semoga KH Husein Hasyim selalu diberikan kesehatan)”.

KH Husein Hasyim menjawab “Alhamdulillah, kirim salam damel abah (Alhamdulillah, titip salam buat KH Agoes Ali Masyhuri)”, ayahanda Gus Muhdlor.

Tak lama berbincang-bincang, Gus Muhdlor meminta KH Husein Hasyim mendoakan dirinya agar amanah dalam memimpin Sidoarjo, rakyat tentram dan wabah korona diangkat atau dilenyapkan dari bumi oleh Allah SWT.

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor memberikan bansos kepada warga di Desa Brebek Kec. Waru

Setelah KH Husein Hasyim berdoa, semua rombongan bupati mengamini dan setelah pamit melanjutkan perjalanan pulang ke rumah dinasnya di Pendopo Delta Wibawa.

Kata Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), meminta doa kyai atau ulama bagian dari menambah kekuatan dalam berikhtiar. Selain berusaha secara nyata, juga harus dibarengi berdoa.

“Seperti menyikapi pandemi Covid-19, masyarakat tidak boleh ketakutan berlebihan ataupun menyepelekan wabah yang gaib ini.┬áTetap berusaha dengan mematuhi atau menjaga protokol kesehatan, juga terus meminta perlindungan kepada Allah SWT. Selain usaha lahir, juga harus dibarengi secara batin (berdoa),” terang Gus Muhdlor. (isa/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar