Peristiwa

Peringatan HKN 2020, Ini Capaian Ponorogo di Bidang Kesehatan dalam 5 Tahun Terakhir

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam peringatan hari kesehatan nasional (HKN) yang jatuh pada tanggal 12 November, Pemkab Ponorogo menyampaikan beberapa capaian kinerja di bidang kesehatan dalam 5 tahun terakhir.

Mulai sudah berjalannya public safety center (PSC). Yakni pelayanan pemberian jasa ambulans gratis bagi kasus gawat darurat di Ponorogo. Jadi kalau ada masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi gawat darurat bisa menghubungi PSC untuk menggunakan ambulans secara gratis. PSC ini juga terintegrasi dengan 150 ambulans siaga yang ada di 150 desa di bumi reyog. Hampir semua desa yang jauh dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), ada ambulans siaganya.

“Jadi PSC terintegrasi dengan ambulan siaga yang ada di desa. Jika ada warga yang membutuhkan, mobil ambulans siaga terdekat yang akan meluncur,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, usai acara peringatan HKN di halaman gedung Terpadu, Kamis (12/11/2020).

Untuk meningkatkan skill di bidang kesehatan, sopir dan tim ambulans desa siaga, mendapatkan pelatihan secara berkala tentang pertolongan pertama gawat darurat (PPGD). Prestasi di bidang kesehatan lainnya, yakni 6 rumah sakit yang ada di Ponorogo ini, semuanya sudah terakreditasi. Selain rumah sakit, juga ada laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) juga terakreditasi penuh.

“Tidak banyak di Jawa Timur, Labkesda-nya yang sudah terakreditasi,” kata Irin sapaan akrab drg. Rahayu Kusdarini.

Cakupan universal Health Coverage (UHC) masyarakat Ponorogo mencapai 66 persen. Pembiayaan BPJS atau sebelum lima tahun terakhir bernama Jamkesda jumlahnya hanya 19 ribu penduduk yang mendapatkan. Sekarang bernama BPJS yang iurannya dibayari oleh Pemkab Ponorogo sebanyak 38 ribu.

“Jadi dalam 5 tahun terakhir ada peningkatan dua kali lipat untuk masyarakat yang tercover BPJS yang dibiayai oleh Pemkab,” katanya.

Tahun 2020, kata Irin angka kematian bayi mencapai 12,45/ 1000 kelahiran hidup. Dimana, target nasional adalah 23/1000 kelahiran hidup. Artinya, angka tersebut lebih baik dari angka nasional.

Angka kematian bayi, tahun 2020 mencapai 12,46/1000 kelahiran hidup, sementata target nasional adalah 23/1000 kelahiran hidup. Sehingga bisa dikatakan untuk angka kematian bayi, Ponorogo jauh lebih baik dari nasional. Sementara untuk angka kematian ibu, juga mengalami penurunan signifikan. Jika di tahun 2016, angka kematian ibu mencapai 174,27/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun ini angka kematian ibu diangka 105,46/100.000 kelahiran hidup.

“Masih banyak lagi prestasi yang diraih di bidang kesehatan lainnya. Angka stunting tahun 2016 adalah 26,3 persen, sedangkan tahun 2020 turun menjadi 16,9 persen,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar