Peristiwa

Periksa Kesehatan, 5 Orang Santri Ponpes Lirboyo Asal Mojokerto Sakit Demam

Ratusan santri Ponpes Lirboyo asal Mojokerto yang baru sampai di Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri asal Mojokerto langsung menjalani pemeriksaan dan cek suhu badan saat tiba di UPT Puskesmas Puri, Rabu (1/4/2020). Dari 222 orang santri, lima orang santri di antaranya kedapatan mengalami demam, suhu tubuh di atas 38 derajat celcius.

Pemeriksaan dan cek suhu tubuh tersebut sesuai protokol penangganan virus corona (Covid-19) untuk mengantisipasi adanya santri yang terjangkit Covid-19. Sebanyak 222 orang santri (sebelumnya 182) tersebut terdiri dari 168 orang putra dan 54 orang putri. Sementara santri asal Kecamatan Puri ada sebanyak 42 orang.

Kepala Puskesmas Puri, dr Retno Dhanarwarih mengatakan, mekanisme pengecekan kesehatan hanya sebatas pengecekan suhu badan. “Yakni menggunakan Thermo Gun. Para santri yang datang kita minta tetap berada di dalam kendaraan, kami (Petugas Puskesmas) akan memeriksa dan memberikan edukasi,” ungkapnya.

Masih kata dr Retno, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan cek suhu tubuh, para santri diberikan hand sanitizer sekaligus edukasi terkait pencegahan Covid-19. Mereka juga diminta untuk tidak keluar rumah selama pulang atau melakukan isolasi secara mandiri.

“Mereka kita minta melakukan isolasi secara mandiri melalui social distancing dan physical distancing sampai 14 hari ke depan. Sebelumnya para santri ini, juga sudah dikarantina dan pemeriksaan kesehatan oleh pihak Rumah Sakit dari Ponpes Lirboyo yang diperkuat dengan surat hasil pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Salah satu petugas kesehatan, Virsa Arviastika menambahkan, dari hasil pemeriksaan kesehatan dan cek suhu tubuh ada lima orang santri yang suhu badannya di atas 38 derajat celcius. “Tapi itu karena faktor capek saja. Rata-rata suhu badannya 36 derajat celcius,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu santri asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Imam Baihaki mengatakan, sebelum pulang mereka di karatina selama dua minggu. “Kita tidak diperbolehkan keluar pondok. Begitu juga orang luar, tidak bisa masuk pondok. Kita pulang karena libur 2 bulan,” jelasnya.

Usai dilakukan pemeriksaan kesehatan dan cek suhu tubuh, satu per satu para santri keluar kendaraan dan disambut keluarga masing-masing yang sudah menunggu. Petugas kesehatan mewanti-wanti agar mereka melakukan karantina mandiri selama dua minggu dan wajib lapor RT/RW masing-masing. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar