Peristiwa

Perguruan Silat yang Terlibat Kekerasan Berulang Kali akan Dilarang Berkegiatan di Jember

katan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan ketua 30 perguruan silat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berfoto bersama usai menandatangani kesepakatan bersama di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (9/6/2021).

Jember (beritajatim.com)

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan ketua 30 perguruan silat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menandatangani kesepakatan bersama di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (9/6/2021).

Di hadapan Bupati Hendy Siswanto, Wakil Bupati Firjaun Barlaman, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin, dan Komandan Distrik Militer 0824 Letnan Kolonel Infantri La Ode Muhammad Nurdin, mereka menandatangani lima poin kesepakatan.

1. Mendukung terciptanya kerukunan, ketertiban, dan keamanan di kehidupan masyarakat.
2. Menjaga kondusivitas kehidupan masyarakat dan mencegah adanya keresahan dalam masyarakat oleh perilaku anggota perguruan kami.
3. Selaku ketua perguruan akan bertanggungjawab atas semua perilaku yang dilakukan oleh anggota/warga/siswa/kader pada semua tingkatan.

4. Manakala terjadi pengulangan permasalahan yang sama di kemudian hari, maka:
a. Terhadap oknum/pelaku penganiayaan, pengeroyokan, dan semacamnya akan ditindak sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
b. Pemerintah Kabupaten Jember akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku terhadap pelanggaran berulang-ulang yaitu berupa maksimal pelarangan kegiatan organisasi.
c. Polres Jember akan menindak tegas dan terukur terhadap tindakan premanisme dan bentuk kriminalitas lainnya.

5. Dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan perguruan silat di Kabupaten Jember, sepakat akan menjunjung tinggi sportivitas, kesetiakawanan, dan budaya luhur bangsa Indonesia.

Usai acara penandatanganan kesepakatan bersama ini, Bupati Hendy memuji semua perguruan pencak silat di Jember. “Semua hebat, semua bagus. Tidak ada yang tidak hebat. Dan ditunjukkan pada hari ini kebersamaan ini. Mari kita bersama-sama berkomitmen, kesepakatan ini sudah terjalin di sini. Dengan niatan tulus, tidak ada tekanan dari siapapun, mari kita wujudkan satu kedamaian di Kabupaten Jember. Kita punya tugas-tugas mulia ke depan,” katanya.

Hendy mengatakan, momentum ini kesempatan bagus. “Apapun, ada hikmah dari peristiwa-peristiwa. Selama hikmah itu kita lakukan, kita tangani dengan kebersamaan, kekeluargaan, tentunya hikmah itu akan keluar dengan sendirinya,” katanya.

“Tahun depan insya Allah kita akan jadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi. Sekalian hari ini, punya niat yang baik untuk bertemu semua teman-teman perguruan pencak silat untuk kita kolaborasikan. Mari kita bikin kompetisi kita sendiri, kita pilih teman-teman yang terbaik agar Jember menjadi juara umum,” kata Hendy.

Hendy menegaskan, masyarakat Jember adalah pemaaf dan relijius. “Kita kembali ke Jember yang bersatu, mempertahankan NKRI kita yang saat ini tanpa peran masyarakat sulit kita akan memajukan kabupaten yang kita cintai ini,” katanya. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar