Peristiwa

Pergi ke Bengawan, Nenek di Tuban Hilang, Ditemukan Tinggal Sandalnya

Tim Sar gabungan dari BPBD Tuban, Polsek Soko serta instansi yang lainnya saat berusaha melakukan pencarian Nenek Hilang Diduga Tenggelam di Bengawan Solo, Selasa (16/2/2021).

Tuban (beritajatim.com) – Seorang nenek yang diketahui bernama Siyah (70), warga Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang tinggal di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo dilaporkan hilang setelah beberapa jam keluar rumah dan tak kunjung kembali ke rumahnya itu.

Diduga nenek-nenek tersebut hilang lantaran tenggelam atau terseret arus di Sungai Bengawan Solo saat korban hendak buang air besar di pinggir bengawan dengan arus yang deras itu. Pasalnya, saat dilakukan pencarian, pihak keluarga hanya menemukan sepasang sandal milik korban yang tertinggal, Selasa (16/2/2021).

Kejadian hilangnya Siyah itu berawal dari kecurigaan keluarga, yang mana setiap hari korban itu sendiri sering keluar rumah untuk jalan-jalan keliling sekitar pemukiman di desa itu. Namun, karena lama tak kunjung pulang, keluarga akhirnya melakukan pencarian ke sejumlah tetangga dan meminta bantuan warga lainnya.

“Korban itu pada sekitar pukul 07.00 Wib kemarin itu keluar rumah, namun hingga siang hari korban juga tidak kunjung pulang. Akhirnya pihak keluarga melakukan pencarian di sekitar kampungnya dan tidak juga menemukan korban,” terang IPTU Khoirul Amat, Kapolsek Soko, Polres Tuban.

Tim Sar gabungan dari BPBD Tuban, Polsek Soko serta instansi yang lainnya saat berusaha melakukan pencarian Nenek Hilang Diduga Tenggelam di Bengawan Solo, Selasa (16/2/2021).

Pencarian terhadap Siyah itu juga dilakukan di sekitar Bengawan Solo yang berjarak tidak jauh dari rumah korban itu. Ketika sejumlah warga melakukan pencarian di pinggir bengawan itu ditemukan sepasang sandal yang itu diketahui milik perempuan yang sudah berusia lanjut tersebut.

“Sekitar┬ápukul 14.00 Wib kemarin itu saksi yang bernama Sholeh menemukan sepasang sandal jepit milik korban yang berada di tepi sungai Bengawan Solo dan korban tidak ada. Sehingga ada kecurigaan bahwa korban terpeset atau terjebur dan tenggelam di sungai bengawan Solo. Kemudian kejadian itu dilaporkan ke Desa Menilo dan Polsek Soko serta BPBD,” sambungnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari jajaran Polsek Soko bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban yang mendapatkan laporan tersebut langsung datang di sekitar lokasi kejadian. Tim gabungan dibantu oleh warga kemudian langsung berusaha melakukan pencarian di titik sekitar sandal korban ditemukan itu.

“Untuk proses pencarian sudah kita lakukan secara bersama-sama dengan┬ámenyisir aliran sungai Bengawan Solo hingga pukul 17.30 Wib, tapi Korban belum diketemukan. Tadi malam pencarian dihentikan sementara karena situasi hujan dan pagi ini dilanjutkan untuk melakukan pencarian kembali,” pungkasnya.[mut/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar