Peristiwa

Percepat Eskavasi Situs Sekaran, BPCB Trowulan Gunakan Eskavator

Malang (beritajatim.com) – Untuk mempercepat proses eskavasi di situs Sekaran di kilometer 37 seksi lima proyek jalan tol Malang-Pandaan di Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur menggunakan alat berat berupa eskavator untuk mengeruk tanah.

Arkeolog dari BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho mengaku pihaknya diburu oleh waktu dalam pengungkapan wujud asli situs dan juga mengukur nilai cagar budayanya. BPCB Trowulan hanya memiliki waktu lima hari dalam proses eskavasi ini.

“Karena kita butuh cepat melakukan pengupasan tanah. Karena waktu kita lima hari. Sebenarnya waktu kita bisa diperpanjang, tapi menunggu hasil kajian cagar budaya,” kata Wicaksono, Rabu, (13/3/2019).

Wicaksono menuturkan eskavator mengeruk tanah hingga kedalaman 30 sentimeter. Sisanya sedalam 10 sentimeter bakal dikeruk secara manual dengan cangkul agar tak merusak situs yang terpendam dalam tanah.

“Radius pengerukan tanah dilakukan bertahap per 10 sentimeter agar tidak merusak situs. Kita butuh pengerukan sampai 40 sentimeter, nanti 10 sentimeternya kita gali dengan manual atau pakai cangkul,” papar Wicaksono.

Hingga hari kedua, prosea eskavasi belum diketahui secara pasti bentuk situs Sekaran. Dugaan kuat mengarah ke gapura atau pintu masuk kerajaan dan bangunan tembok benteng pertahanan kerajaan.

“Belum tampak memang, tapi kalau rumah bukan. Bisa gapura, atau benteng pertahanan. Pengerukan eskavator kita buat horizontal dulu seluas apa, baru secara vertikal untuk mengetahui sedalam apa. Baru kita ungkap wujud asli situs,” tandasnya. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar