Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Perbaikan 922 Kilometer Jalan Dimulai dari Lokasi Terparah di Ambulu Jember

Bupati Hendy Siswanto meninjau jalan yang rusak di Kecamatan Ambulu.

 

Jember (beritajatim.com) – Perbaikan 922,899 kilometer jalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan menggunakan pembiayaan anggaran tahun jamak (multiyears) dimulai, Senin (24/1/2022). Ada 30 ruas jalan yang akan diperbaiki dengan total kontrak Rp 560,454 miliar.

Mulainya pelaksanaan proyek tahun jamak ini ditandai dengan kehadiran Bupati Hendy Siswanto meninjau lokasi jalan dengan kerusakan terparah di Kecamatan Ambulu. Rencananya jalan Ambulu – Pontang-Andongsari – Blater sepanjang 10 kilometer yang rusak parah akan diperbaiki.

“Hari ini pekerjaan multiyears baru dikerjakan, karena membutuhkan waktu perencanaan. Begitu selesai perencanaan, baru desain. Desainnya sudah selesai, baru ditenderkan. Setelah ditenderkan butuh waktu lama, sekarang baru dimulai,” kata Hendy.

Hendy berharap semua pekerjaan selesai pada Mei 2022. “Kalau bisa April selesai. Pada saat lebaran sudah mulus,” katanya kepada rekanan yang hadir.

Total pagu awal 30 paket pekerjaan perbaikan jalan itu adalah Rp.632,708 miliar. Belakangan ada efisiensi dengan nilai total kontrak hasil lelang sebesar Rp 560,454 miliar. Selain jalan, ada pengerjaaan tiga paket jembatan di Klungkung, Gugut, dan Tanggul dengan nilai kontrak Rp 6,749 miliar dari pagu awal Rp 7,983 miliar.

Kendati ada penghematan dari pagu awal, Hendy mengingatkan semua rekanan agar tidak main-main dalam bekerja. “Kalau tidak jelas, kurang bagus, kita bongkar semua. Tidak akan saya bayar proyek-proyek lalau memang mereka bermain-main,” katanya.

“Efisiensi bukan dalam arti mengurangi mutu. Mboten saget (tidak bisa). Mboten kulo bayar sampeyan (anda tidak akan saya bayar). Kalau pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi, jangan harap dibayar,” kata Hendy.

Hendy meminta jika memang ada kekurangan saat pengerjaan agar diperbaiki lebih dulu. “Namanya proyek ada masa pemeliharaan. Ada aturannya. Yang jelas saya yang bertanggung jawab akan menerima sesuai aturan. Dalam dokumen kontrak spesifikasi teknis jelas, di situ diatur semua bagaimana proyek dilakukan,” katanya.

Perbaikan jalan ini diikuti perbaikan saluran air atau drainase untuk mencegah banjir. “Kalau banjir, jalannya rusak lagi. Keluar biaya lagi,” kata Hendy. [wir/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar