Peristiwa

Perayaan Pesta Tahun Baru di Kota Malang Dilarang Polisi

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota melarang perayaan pesta pergantian malam tahun baru dari 2020 menuju 2021. Larangan ini dikeluarkan, menyusul penyebaran Covid-19 di wilayah ini yang semakin tinggi.

Data Covid-19 di Kota Malang, dalam sepekan terakhir jumlah tambahan kasus per hari selalu di atas 50 pasien. Hal ini berdampak pada status zona Kota Malang. Dari zona oranye atau daerah dengan resiko sedang menjadi zona merah atau daerah dengan resiko tinggi.

“Per tanggal 15 Desember 2020, Kota Malang sudah masuk ke zona merah Covid-19. Kami tekankan, untuk tidak ada yang melakukan perayaan atau melakukan perkumpulan massa,” kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Kamis, (17/12/2020).

Leonardus mengatakan, jika ditemukan tempat hiburan baik kafe maupun hotel yang menggelar acara pergantian tahun maka polisi dan Satgas Covid-19 akan melakukan penindakan hukum. Polresta Malang Kota menegaskan tidak akan menolerir acara apapun, sebab Kota Malang saat ini zona merah.

“Kalau memang ada yang masih melakukan itu termasuk di tempat hiburan dan hotel. Maka kami bersama dengan Satgas Covid-19 Kota Malang akan turun untuk melakukan penegakan hukum. Apalagi saat ini Kota Malang masuk menjadi zona merah Covid-19. Jadi kami tidak bisa main main,” papar Leonardus.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, dalam waktu dekat Pemkot Malang akan mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan larangan perayaan malam tahun baru.

“Kami tegaskan kembali bila ada hotel atau kafe yang membuat rencana khusus (saat pergantian tahun baru) mohon ditiadakan. Bila ada yang tetap menggelar kegiatan tersebut, maka pasti akan kami tindak. Kami akan mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan itu,” tandas Sutiaji. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar