Peristiwa

Perayaan HPN di Tengah Pandemi, Begini Kata Dandim 0820 Probolinggo

Probolinggo (beritajatim.com) – Komandan Kodim 0820 Probolinggo, Letkol. Inf. Imam Wibowo, menyambut positif perayaan Hari Pers Nasional 2021. Dia berharap, momentum HPN dijadikan semangat baru semakin masif mengedukasi masyarakat melalui produk jurnalistik terkait pandemi covid-19.

Menurutnya, tidak ada saluran efektif yang bisa membantu pemerintah menyampaikan program pengendalian penyebaran corona selain pers. “Pada perayaan HPN ini, selain pers makin profesional, kita harap juha makin masif mengedukasi masyarakat. Produk pers bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu eduksi pers terkait prokes memutus sebaran covid-19 sangat kita butuhkan,” katanya, Selasa (9/2/2021) sore menyambut Hari Pers Nasional.

Meski begitu pria kelahiran Jakarta, ini juga berpesan, wartawan tetap waspada paparan covid-19. “Tetap semangat pers Indonesia. Khususnya teman-teman pers Probolinggo, jaga kesehatan. Olah raga wajib sesuai stamina. Mobilitas kalian tinggi, jaga betul stamina dan kesehatan,” lanjutnya.

“Jaga imun dan berfikir positif. Cegah covid dengan disiplin Protokol Kesehatan, senantiasa berdoa. Hingga kini covid-19 belum ditemukan obatnya,” imbuh Imam Wibowo.

Kata pria dengan dua melati di pundak ini, media sekarang sudah mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah sebagaimana anjuran pemerintah sejak 18 Maret 2020.

“Cuma beberapa kali memang harus ke lapangan. Kayak liputan wajib kantor dan peristiwa yang enggak menyediakan live streaming,” ujarnya.

Tentu khawatir setiap kali harus ke lapangan dirasa wartawan dalam kondisi pandemik COVID-19. Lantaran ia tak tahu, apakah area liputannya cukup steril dari virus yang sudah menjangkiti 2 juta lebih masyarakat Indonesia.

“Dari kondisi memprihatinkan itu saya melihat profesionalisme teman pers tidak terganggu. Di hari bahagia ini saya kembali sampaikan pers Indonesia, tetap bekerja seperti biasa. Jaga kesehatan. Sistem imun dijaga, minum vitamin,” pungkasnya.

Senada dikatakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo, H. Suyut. Menurutnya, di tengah pandemi media tetap profesional dalam memberitakan sebuah peristiwa. Jurnalis profesional tetap mengedukasi masyarakat terkait pandemi covid-19. “Masyarakat yang sudah terhimpit secara ekonomi karena pandemi, jangan disusahkan lagi dengan berita-berita hoax,” katanya.

“Harus menjadi media yang solutif. Media yang mengedukasi dan mencerahkan. Misalnya, menyampaikan informasi dari narasumber yang kompeten dengan bidangnya. Sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” sambung pentolan Radar Bromo Jawa Pos itu.

Soal antisipasi paparan covid-19, kata dia, prokes menjadi standart utama sebelum jurnalis terjun ke lapangan. “Tentu seorang jurnalis harus tetap memperhatikan prokes. Karena mereka bekerja di lapangan dan bertemu dengan banyak orang. Jangan sampai jurnalis memberi contoh yang tidak baik kepada masyakat, misalnya melanggar prokes,” urai dia. “Bagi perusahaan media harus memperhatikan kesehatan jurnalisnya. Misalnya mensupport biaya pengobatannya atau menyiapkan kebutuhan yang meningkatkan imun jurnalis,” tutup H. Suyut. [eko/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar