Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Perahu Tambangan Kanor – Rengel yang Tenggelam Selalu Ramai

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Desa Semambung Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Neni Rahmawati mengatakan, sebelum adanya insiden tenggelamnya penambang perahu penyeberangan Sungai Bengawan Solo turut Desa Semambung Kecamatan Kanor dengan Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban selalu ramai penumpang.

“Karena tidak ada pilihan lain jalan dari Tuban ke Bojonegoro di sekitar daerah sini kecuali menggunakan perahu penambangan,” ujar Neni, Kamis (4/11/2021).

Perahu penambangan ini menurutnya, sudah ada sejak dulu. Di Desa Semambung sendiri memiliki satu titik penyeberangan yang berada tepat di hilir pembangunan jembatan KaRe. Pihak desa, lanjut Neni, tidak bisa mengidentifikasi titik penambangan perahu penyeberangan tersebut legal atau tidak. Namun, setiap tahun selalu dilakukan lelang bagi pengelola tambangan.

“Tahun ini lelangnya dimenangkan oleh Edi dan Senin warga Semambung senilai Rp100 juta,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga agar memilih alternatif lain jika memang kondisi perahu penyeberangan banyak penumpang. Seperti di perahu penyeberangan di Desa Piyak dan Kanor. “Kami mengimbau kepada warga untuk berpencar melewati alternatif tambangan yang lain, Kanor atau Piyak juga,” imbuhnya.

Sementara diketahui, perahu penyeberangan yang tenggelam itu diduga karena melawan arus sungai Bengawan Solo yang cukup deras karena di dua sisi sedang dibendung untuk pembangunan jembatan. Arus sungai saat ini diketahui, lebih deras karena aliran sungai lebih sempit karena dibendung.

“Menurut keterangan penumpang yang selamat, sebelum perahu tenggelam itu sempat miring karena menerjang arus, kemudian tiga sepeda motor jatuh diikuti perahu terguling,” ujar Ketua Elang Bengawan Rescue (EBR) Lugito sesuai keterangan penumpang selamat. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar