Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Perahu Rakitan Rusak, Pencari Rumput Tenggelam

Seorang pencari rumput bernama Misli (57), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan DAS atau Daerah Aliran Sungai wilayah Perum Jasa Tirta, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang

Malang (beritajatim.com) – Seorang pencari rumput bernama Misli (57), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan DAS atau Daerah Aliran Sungai wilayah Perum Jasa Tirta, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Rabu (20/4/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Kalipare, Iptu Kukuh Purnomo mengatakan, mulanya korban mencari rumput untuk makan hewan peliharaan di area pinggir sungai.

Beberapa waktu kemudian, korban kemudian menyeberangi sungai menggunakan perahu rakitan berbahan pohon pisang dan kayu.

“Tujuannya ia hendak mengambil perahu yang berada di seberang sungai,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Rabu (20/4/2022).

Di tengah penyeberangan itu, diduga perahu rakitan itu rusak akibat tali pengikatnya terputus, sehingga membuat pihaknya kehilangan keseimbangan.

“Korban sempat minta tolong, dan didengar oleh saksi yang tengah mancing di kawasan itu, bernama Joko Purnomo,” tuturnya.

Seorang pencari rumput bernama Misli (57), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan DAS atau Daerah Aliran Sungai wilayah Perum Jasa Tirta, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang

Joko Purnomo sempat berupaya untuk menolong korban. Namun, ketika pihaknya hendak menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk menolong, korban telah hilang, tenggelam ke dasar sungai.

“Saksi kemudian kembali ke tepi sungai untuk mencari bantuan lain,” katanya.

Korban baru berhasil dievakuasi pada pukul 13.00 WIB oleh tim relawan gabungan SAR Awangga, PMI, dan BPBD Kabupaten Malang.

“Kini korban telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkam. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan otopsi,” pungkasnya. (yog/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar