Peristiwa

Pasien Positif Jalani Isolasi Maupun Karantina

Penyemprotan Disinfektan di Puskesmas Trowulan Dilakukan Periodik

Kondisi Puskesmas Trowulan. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto langsung melalukan penyemprotan disinfektan di Puskesmas Trowulan. Sementara Kepala Puskesmas, tenaga kesehatan (nakes) dan petugas yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi dan karantina.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra mengatakan, penyemprotan disinfektan sudah dilakukan di setiap ruangan Puskesmas Trowulan pada Sabtu (8/8/2020) kemarin. “Pasca swab keluar Jumat, Sabtu langsung disemprot,” ungkapnya, Senin (10/8/2020).

Penyemprotan disinfektan akan dilakukan secara periodik. dr Langit menambah, kemungkin hari Rabu atau Kamis akan dilakukan penyemprotan disinfektan lagi. Sementara semua nakes di Puskesmas Trowulan yang diketahui positif Covid-19 dari hasil uji swab dilakukan karantina maupun isolasi mandiri.

Karantina dilakukan di Puskesmas Gondang yang difungsingkan sebagai tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. Ada tiga orang nakes yang menjalani karantina di Puskesmas Gondang, sementara lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Bidang P2P, Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra. [Foto: misti/bj.com]
“Positif beberapa ada di karantina di Puskesmas Gondang dan rumah pribadi. Untuk isolasi di rumah pribadi, di evaluasi dulu layak tidaknya, jika tidak layak dibawa rumah karantina di Puskesmas Gondang. Puskesmas Gondang kapasitas 25, sekarang ada 11 pasien dari 25 tempat tidur,” katanya.

Nakes Puskesmas Trowulan yang menjalani karantina di Puskesmas Gondang ada tiga orang, sementara yang menjalani isolasi mandiri dilakukan pengawasan. Menurutnya, tracing terus dilakukan karena dilakukan 14 hari ke belakang siapa saja yang kontak dekat maupun erat dengan pasien positif.

“Belum sampai kluster mana tapi terus berjalan tracing. Warga berobat berapa masih didalami, tracing terus karena tidak hanya satu hari tapi beberapa hari karena 14 hari ke belakang tracing lagi. Terindikasi penyebaran Covid dilakukan rapid. Puskesmas Trowulan terpapar dari Kepala Puskesmas,” jelasnya.

Pasca terkonfirmasi positif Covid-19, seluruh nakes dan petugas di Puskesmas Trowulan dilakukan tracing dan rapid test massal yang hasilnya ada 10 orang baik naik maupun pegawai yang reaktif. Setelah diketahui positif langsung dilakukan swab dengan hasil empat orang nakes dan satu petugas positif. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar