Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Penyebaran PMK di Tuban Tak Terkendali, Peternak Sapi Ketar-ketir

Salah satu peternak Sapi di Tuban saat akan memguburkan sapi yang mati akibat terkena PMK. [Foto: M Muthohar/beritajatim.com]

Tuban (beritajatim.com) – Penyebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang pada hewan ternak khususnya Sapi dan Kambing di wilayah Kabupaten Tuban jumlahnya terus mengalami peningkatan dan semakin tidak terkendali, Rabu (15/6/2022).

Serangan wabah penyakit PMK di wilayah Kabupaten Tuban sudah mengakibatkan puluhan hewan ternak Sapi milik warga yang sudah tidak bisa tertolong hingga akhirnya mati. Hal tersebut membuat para peternak sapi rumahan di Tuban itu merasa cemas jika wabah tersebut tidak segera bisa teratasi khususnya dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Tuban.

Dari sejumlah data yang dihimpun beritajatim.com, wabah penyakit yang menyerang Sapi tersebut sudah menyerang hampir seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban. Tak hanya peternak modern dengan kandang besar, PMK juga sudah menyerang Sapi-sapi milik warga sebagai peternak rumahan.


Salah satu peternak Sapi rumahan yang terkena dampak penyakit PMK itu adalah Hendrik Eko Prasetyo (28), warga lingkungan Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Yang mana dari tiga ekor Sapi miliknya semunya terserang PMK dan satu kondisinya mati karena sudah parah dan tidak bisa lagi terselamatkan.

“Sapi saya tiga semuanya kena PMK. Satu sudah akhirnya mati ini tadi, karena sudah parah,” terang Hendik Edo Prasetyo, salah satu peternak sapi saat berada di kandangnya itu.

Sapi milik peternak tersebut sudah dilakukan perawatan sudah lama dan rencananya Sapi tersebut akan dijual pada saat mendekati Hari Raya Idul Adha nanti. Sedangkan kondisi dua sapi milik perternak sampingan itu juga masih dalam kondisi sakit parah karena terkena penyakit tersebut.

“Rencananya mau saya jual pas Idul Adha nanti. Mau saya jual Rp 17 juta, tapi sudah keburu mati ini,” sambungnya.

Peternak Sapi di Kecamatan Montong, Tuban saat melakukan parawatan sapi miliknya yang terkena PMK.[foto: M Muthohar/beritajatim.com]
Selain di wilayah Kecamatan Semanding, kondisi ternak sapi yang mati karena PMK juga terjadi di wilayah Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Dengan kondisi banyaknya Sapi yang terserang PMK tersebut membuat para petani justru mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena harus ada sapi yang dijual paksa dengan harga murah.

Sementara itu, guna melakukan pencegahan dan penanganan Peternak Sapi di Kabupaten Tuban berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan berupa obat-obatan untuk sapi yang terjangkit PMK. Selain itu juga supaya Pemkan secepatnya melakukan vaksinasi massal.

“Saya berharap, pemerintah lekas menyalurkan obat-obatan, diikuti dengan pelaksanaan vaksinasi massal diseluruh peternak. Kami dari peternak juga mengharapkan adanya kelonggaran pembayaran atau entah itu apa yang menjadi solusi bersama, supaya peternak tidak dirugikan terlalu jauh,” kata Muhdi Ansori, salah satu peternak asal Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.[mut/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev