Peristiwa

Penyaluran Beras BNPT di Tuban Diawasi Ketat

Tuban (beritajatim.com) – Pengawasan secara ketat dilakukan oleh sejumlah pihak dalam proses penyaluran Bantuan Pangan Non Tunia (BPNT) di wilayah Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Hal itu khususnya pendistibusian beras. Tujuannya, menjaga kualitas beras yang diberikan kepada masyarakat melalui para agen sesuai dengan standart, Senin (6/7/2020).

Sebelum dilakukan penyaluran kepada sejumlah agen penyaluran BPNT di tingkat desa, beras bantuan pemerintah untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu diperiksa di kantor kecamatan setempat. Setelah dipastikan layak dan sesuai standart, beras BPNT tersebut baru dikirim kepada agen.

Pemeriksaan beras BPNT tersebut dilakukan Forkopimka bersama tim dari Dinas Sosial dan juga petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Pemeriksaan beras mulai dari kondisi pecahannya dan juga bau serta apakah ada benda-benda lain di beras tersebut.

“Untuk hasil pengecekan yang kita lakukan tadi kualitas berasnya bagus. Melihat dari pecahan berasnya paling hanya sekitar 10 persen,” terang Gurham, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Grabagan, yang ikut memeriksa beras BPNT.

Menurutnya, penyaluran beras BPNT di wilayah Kecamatan Grabagan selama ini tidak ada masalah yang berarti. Meski kualitasnya beras sudah terjamin bagus, namun para agen disarankan untuk melakukan penimbangan beras yang mereka terima sebelum disalurkan kepada KPM.

“Tadi sudah disarankan untuk bobot (berat) beras itu untuk ditimbang lagi oleh masing-masing agen, sebagai antisipasi jangan sampai ada yang bobotnya kurang,” tambahnya.

Di wilayah Kecamatan Grabagan terdapat sebanyak 22 agen penyalur BPNT. Adapun untuk beras program dari pemerintah pusat yang disalurkan di wilayah Kecamatan Gragagan, sebanyak 3.638 zak yang masing-masing berisikan 15 Kilogram beras kualitas medium.

“Jumlah total yang disalurkan pada bulan ini 3.638 zak. Hari ini dikirim ke masing-masing agen,” ujar Cholil Fadholi, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Grabagan, yang melakukan pengawasan pendistribusian beras BPNT itu.

Sementara, sejumlah agen mengaku bahwa dengan adanya pengawasan, kualitas beras BPNT semakin bagus. Pasalnya sebelum adanya pengawasan dan pengecekan secara ketat itu kualitas berasnya masih terbilang belum standart.

“Untuk dua bulan terakhir kualitas berasnya sudah bagus, beda sama bulan-bulan sebelumnya. Terus untuk kualitas telur dan tempe selama ini juga bagus,” jelas Mulin, salah satu agen penyaluran BPNT yang ada di Desa Waleran, Kecamatan Grabagan. [mut/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar