Peristiwa

Penutupan Jalan Raya Cerme, Menunggu Jalan Alternatif

Kendaraan truk yang melintas di Jalan Raya Cerme, Gresik yang mengalami kerusakan parah

 

Gresik (beritajatim.com) – Penutupan Jalan Raya Cerme, Gresik masih menunggu jalan alternatif. Sebab, jalan alternatif yang digunakan pengendara selama ditutup tiga bulan belum siap.

Pantauan di lapangan, jalan tersebut masih seperti biasa. Lalu-lalang kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk masih bebas melintas. Bahkan, pengerjaan jalan itu belum ada tanda-tanda bakal diperbaiki.

Camat Cerme Suyono mengatakan, memang belum ada penutupan jalan. Saat ini pihaknya sedang mengebut perbaikan jalan alternatif milik desa sekitar. Yang nantinya digunakan para pengendara yang akan ke Gresik maupun sebaliknya.

“Nanti jalan alternatifnya lewat Desa Semampir sampai Desa Padeg. Kalau sudah siap nanti baru ditutup,” katanya, Sabtu (20/06/2020).

Seperti diketahui, Jalan Raya Cerme yang mengalami rusak parah bakal diperbaiki. Pengerjaan jalan tersebut, dilakukan PT Waskita Prescast bersama dengan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN). Namun peoyek itu kapan dimulai pihak PT Waskita sebagai pelaksana belum bisa dikonfirmasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji menuturkan, penutupan jalan secara total itu dari hasil rapat beberapa waktu lalu. Yakni hingga 20 September nanti.

“Untuk pengerjaannya, jalan itu nantinya berupa beton. Panjangnya hampir 1 kilometer. Mulai dari perlintasan kereta api hingga gapura masuk desa Jono atau Pandu. Rinciannya, 800 meter dari exit tol Cerme hingga rel kereta api. Kemudian dari exit tol Cerme hingga pintu masuk Desa Pandu dan Jono sekitar 150 meter,” tuturnya.

Secara terpisah, Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra menjelaskan, pengalihan arus bagi kendaraan besar akan melewati jalan tol Surabaya. Sedangkan kendaraan roda empat dan dua bisa lewat tol KLBM. Selain itu kendaran juga bisa lewat jalan raya Metatu, menuju arah Duduksampeyan.

“Dari selatan mulai dialihkan daei simpang empat Legundi. Kemudian dari utara akan ditutup mulai simpang tiga Bunder,” paparnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar