Peristiwa

Penumpang Bojonegoro – Surabaya Sepi, Sopir Kandangkan Bus

Bojonegoro (beritajatim.com) – Lalu lalang calon penumpang bus di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro mulai terlihat sepi. Hal itu membuat sejumlah sopir bus memilih untuk mengandangkan kendaraannya.

Ketua Paguyuban Sopir Bus di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro, Parno mengatakan jika pun sopir yang memilik untuk tetap jalan maka penghasilan yang didapat tidak sebanding dengan bahan bakar yang sudah dikeluarkan.

“Sangat sepi (penumpang) bus banyak yang tidak jalan, seandainya jalan ya habis untuk beli solar. Tidak ada pendapatan min semua,” jelasnya, Selasa (7/4/2020).

Sekarang, lanjut dia, ada sekitar 70 persen sopir bus jurusan Bojonegoro – Surabaya yang mulai tidak beroperasi. Termasuk salah satunya Parno sendiri. “Tidak jalan, di rumah saja,” ungkapnya.

Kepala Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro Sentot Sugeng mengatakan, total di Terminal Rajekwesi ada sebanyak 120 armada trayek Bojonegoro – Surabaya. Namun, kini perusahaan mulai banyak mengurangi jumlah perjalanan.

“Pihak PO mengurangi perjalanan dari yang biasanya bisa pulang pergi (Bojonegoro – Surabaya) dua kali sekarang hanya sekali,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, adanya pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Terminal Rajekwesi saat ini diberlakukan aturan bagi setiap penumpang yang turun dilakukan penyemprotan disinfektan, serta disediakan alat cuci tangan dan tes suhu tubuh menggunakan thermal scanner. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar