Peristiwa

Penumpang ASDP Ketapang Turun Hingga 75 Persen

Banyuwangi (beritajatim.com) – Dampak virus corona menyebabkan sejumlah warga enggan keluar rumah dan bepergian jauh. Kondisi ini membuat geliat jasa transportasi umum merosot.

Salah satunya di pelabuhan penyeberangan Selat Bali. PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang – Gilimanuk mengkonfirmasi penurunan penumpang akibat virus corona mencapai 75 persen.

“Sejak seminggu terakhir ini traffic penumpang dan kendaraan sepi. Ini dampak dari virus corona. Diperkirakan penurunan sampai 75 persen,” kata GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang –  Gilimanuk, Fahmi Alweni, Kamis (26/3/2020).

Data jumlah penumpang tahun ini di waktu yang sama dibandingkan tahun lalu memang terjadi penurunan. Jumlah penumpang pada 2019 sebanyak 4.464 orang. Sedangkan pada 2020 hanya 1.104 orang.

Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat (R4) pada 2019 sebanyak 7.998, tahun ini 6.127 atau turun 23 persen. Lalu, kendaraan roda dua (R2) tercatat 9.485 pada 2019 dan 7.059 pada tahun ini atau mengalami penurunan sekitar 26 persen.

“Ini juga masih di bawah kondisi traffic di hari biasa. Bahkan, dibandingkan pada musim hari raya nyepi, biasanya orang dari Bali ke Jawa ini cukup banyak. Tapi sekarang cukup sepi,” ungkapnya.

Sepinya penumpang di pelabuhan penyeberangan Selat Bali ini tidak terlepas dari himbauan pemerintah yang meminta social distancing atau menjaga jarak. Selain itu, banyak warga yang bekerja di rumah, serta mempersempit ruang untuk bertemu dalam jumlah banyak.

“Jadi kalau sepi seperti ini, sebenarnya himbauan pemerintah itu sukses. Semoga semua aman dan terhindar dari virus corona,” pungkasnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar