Peristiwa

Penjual Bendera Merah Putih Tak Kena Dampak Pandemi, Dagangan Tetap Laris

Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid 19 yang terjadi di Surabaya rupanya tak berdampak besar pada para penjahit dan penjual bendera merah putih jelang 17 Agustus. Hal itu terlihat di deretan penjual bendera kawasan Wonokromo, Surabaya.

Ditemui di tempat jualan bendera, Mulyati, 40 tahun mengatakan, penjualan bendera merah putih ini tidak terlalu menurun. Meski di musim pandemi seperti saat ini, penjualan bendera merah putih masih stabil.

Sejak awal Juli, para pemesan mulai banyak yang order kepada dirinya. Satu hari dirinya bisa menjahit lebih dari 100 bendera jenis umbul-umbul pesanan dan juga bendera berbentuk segi empat.

“Tidak ada penurunan pembeli masih sama, seperti tahun lalu, setiap hari masih menjahit umbul-umbul dan bendera pesanan terutama untuk perusahaan,” ungkap Mulyati.

Soal harga, Mulyati tidak menaikkan harga. Untuk jenis umbul-umbul merah putih, satuan dipatok harga empat puluh lima ribu rupiah. Sedangngkan untuk bendera merah putih segi empat mulai dari harga lima ribu hingga empat ratus lima puluh ribu rupiah.

Pedagang yang sudah 20 tahun ini bukan hanya menjual bendera dan umbul-umbul saja, melainkan ada beberapa pilihan masker merah putih, pernak pernik kemerdekaan dari kertas, miniatur bendera dan lampu kerlap kerlip merah putih. [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar