Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Penjaringan Kades Kebonwaris Pasuruan Memanas, Ini Penyebabnya

Penjaringan bakal calon kepala desa (Bacakades) Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan kian memanas

Pasuruan (beritajatim.com) – Pemilihan kepala desa di Kabupaten Pasuruan akan segera dilaksanakan. Namun, terdapat kecurangan yang terjadi salah satunya di Kebonwaris, Kecamatan Pandaan.

Penjaringan bakal calon kepala desa (Bacakades) Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan kian memanas. Pasalnya panitia Pilkdes “meloloskan” salah satu kandidat bacakades yang menyalahi aturan.

Sontak saja, hal tersebut menuaikan “gelombang” protes dari bacakades lainnya. Selain itu, panitia juga dituding tabrak Perda Nomer 3 Tahun 2001 dan Perbup 47 Tahun 2021 tentang pemerintahan desa.

Aksi protes itu dituangkan dalam surat keberatan yang dilayangkan salah satu bacakades beberapa hari lalu. Pada surat yang dilayangkan terdapat dua berkas yang tidak dilengkapi, yakni surat izin cuti dan surat sedang tidak menjabat.

“Saya sudah melayangkan surat keberatan (protes) kepada pihak panitia. Ada dua berkas yang tidak dilengkapi sang petahana (Muchammad Kholiq) yakni Surat Izin Cuti dari Sekda Kabupaten Pasuruan dan Surat Sedang Tidak Menjabat dari Kecamatan Pandaan,” ungkap Dedy Poerwanto pada awak media, Kamis (3/1/2022).

Menurutnya, sampai batas akhir pendaftaran Bacakades, Muchammad Kholiq tidak dapat menunjukan Surat Izin Cuti dan Surat Sedang Tidak Menjabat. Padahal surat itu wajib disertakan mengingat Kholiq berstatus Kades Kebonwaris.

Menanggapi polemik bacakades Kebonwaris, Camat Pandaan, Yudianto berdalih, penjaringan bacakades itu sudah sesuai dengan regulasi yang ada. “Jika ada bacakades yang keberatan silahkan aja mengajukan keberatan. Kan itu belum final,” singkat.

Dalam Pilkades Kebonwaris ini diikuti oleh empat calon. Yakni Dedy Poerwanto, Tohari, Mochammad Alfan, dan petahana Muchammad Kholiq. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar