Peristiwa

Penjaringan Calon Ketua KONI Pamekasan Disorot

Pamekasan (beritajatim.com) – Salah satu komunitas pecinta olahraga yang mengatasnamakan Forum Pemerhati Olahraga Pamekasan (Forpop), melakukan audiensi ke Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan, Jl KH Agus Salim Nomor 1, Jum’at (10/9/2021).

Audiensi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap olahraga di Pamekasan, sekaligus mempertanyakan atau mengklarofikasi persoalan bursa pencalonan Ketua KONI Pamekasan, Periode 2021/2025, yang dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Hari ini kami melakukan audiensi dengan KONI Pamekasan, mengklarifikasi persoalan penjaringan bursa calon Ketua KONI Pamekasan, periode 2021/2025. Hal ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian karena adanya beberapa persoalan yang perlu kita klarifikasi,” kata Ketua Forpop, Abdul Hamid.

Persoalan tersebut bukan sesuatu yang dianggap sepele, sebab pihaknya menilai persoalan tersebut karena bertentangan dengan AD/ART KONI. “Tujuan audiensi ini kita tujukan kepada panitia penjaringan bakal calon ketua, di mana ada dugaan ketidak sinkronan antara tatib pencalonan dengan AD/ART KONI,” ungkapnya.

“Salah satu poin dalam regulasi KONI dijelaskan bahwa calon ketua tidak boleh rangkap jabatan. Setelah diklarifikasi, ternyata terdaftar hanya satu orang (calon ketua), itupun untuk periode ketiga sebagai ketua KONI Pamekasan (HM Loeqman Al-Hakim),” sambung Abdul Hamid.

Kondisi tersebut dinilai sangat miris, terlebih selama dua periode kepimpinan HM Loeqman Al-Hakim yang kembali diplot mengisi posisi sebagai Ketua KONI Pamekasan, prestasi olahraga daerah setempat kurang greget dan cenderung stagnan.

“Seperti kita ketahui, bahwa selama dua periode terakhir justru tidak ada perkembangan berarti dari sektor olahraga Pamekasan. Sangat miris jika hanya dinahkodai (didominasi) satu orang saja, apalagi kondisi ini juga mencederai asas demokrasi karena ada monopoli jabatan, hal itu tentu tidak baik untuk regenerasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, tahapan pencalonan untuk posisi ketua KONI Pamekasan juga dinilai tidak transparan dan hanya diketahui pimpinan cabang olahraga (cabor) setempat. “Dalam tahapan pencalonan hanya diketahui cabor, padahal seharusnya panitia harus menyampaikan ke publik sesuai dengan AD/ART,” tegasnya.

“Tidak kalah miris, kesalahan tersebut justru diakui oleh panitia penjaringan yang hanya memberitahukan tahapan penjaringan calon ketua kepada cabor dan tidak untuk publik. Hal tersebut tentunya bertentangan dengan regulasi KONI sendiri,” pungkasnya.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, peserta audiensi ditemui oleh salah satu Wakil Ketua KONI Pamekasan, Abd Razak. Namun pria yang juga menjabat sebagai ketua penjaringan calon Ketua KONI Pamekasan, justru menyangkal apa yang disamapaikan Forpop. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar