Peristiwa

Bunuh Diri Terjun dari Ketinggian 40 Meter

Penjaga Mercusuar Dengar Suara Orang Menangis Sebelum ‘Brak’

Mercusuar setinggi 40 meter di Pulau Mamburit, lokasi korban bunuh diri dengan meloncat dari atas menara (foto : ist)

Sumenep (beritajatim.com) – Wadam, penjaga menara mercusuar di Dusun Kramat, Desa Kalisangka, Pulau Mamburit, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tragis meloncatnya seorang pria dari puncak menara.

Saat kejadian Sabtu (24/7/2021) selepas jam 21.00 WIB, Wadam mengaku dirinya tengah berada di asrama, tidak jauh dari menara mercusuar itu. Dirinya tidak tahu persis bagaimana korban yang bernama Nurdiansyah (23), warga Desa Kalisangka, bisa naik ke menara mercusuar setinggi 40 meter.

“Menurut keterangan penjaga menara ke kepolisian, sesaat sebelum kejadian, ia seperti mendengar orang menangis. Tidak lama setelah itu, terdengar suara ‘brak’ seperti benda jatuh. Setelah dilihat keluar, ternyata korban sudah tergeletak di bawah menara, dengan kondisi berlumuran darah di bagian kepala. Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Minggu (25/7/2021).

Sebelumnya, Nurdiansyah (23), warga Dusun Cemara, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, ditemukan meninggal setelah meloncat dari menara mercusuar setinggi 40 meter. Korban nekat bunuh diri karena ada masalah keluarga. Beberapa jam sebelum korban melakukan aksi nekat itu, ia diketahui cek cok dengan istrinya. Setelah itu, korban pamit keluar rumah dan pergi ke menara mercusuar untuk mengakhiri hidupnya. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar