Peristiwa

Penggerebekan Diduga Produksi Sabu Sita Perhatian Warga Mojosari Mojokerto

Lokasi penangkapan pelaku di area komplek Stadion Gajah Mada Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi pengamanan pelaku penyalahgunaan narkoba di area komplek Stadion Gajah Mada, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto oleh anggota Unit Reskrim Polsek Mojosari menyita perhatian masyarakat.

Pasalnya dari rumah pelaku diamankan seperangkat alat dan bahan-bahan diduga untuk memproduksi narkoba.

Penangkapan tersebut berawal pada saat petugas melaksanakan pemantauan wilayah dan mencurigai tiga orang pelaku. Petugas mendatangi pelaku dan melakukan penggeledahan ditemukan barang bukti satu poket sabu yang di kemas dalam klip plastik dimasukkan ke dalam bekas bungkus rokok seberat 0,5 gram dan unit Handphone (HP) merk samsung Galaxi S8+ warna hitam.

Saat petugas hendak melakukan penangkapan, dua orang pelaku berhasil melarikan. Petugas hanya berhasil mengamankan satu pelaku atas nama Mokhammad Arif Hidayat (29) warga Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Pelaku kemudian digiring ke rumah untuk dilakukan pengeledahan.

Di rumah pelaku, petugas menemukan seperangkat alat dan bahan-bahan diduga untuk memproduksi narkoba. Pihak Polsek Mojosari enggan berkomentar terkait penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba di area komplek Stadion Gajah Mada pada, Selasa (3/11/2020) malam tersebut.

Salah satu warga, I membenarkan, pelaku diamankan di area Komplek Stadion Gajah Mada dan dikeler pulang. “Dikeler dan dipukuli. Banyak polisi, saya tanya orang-orang tidak ada yang mengaku. Ada empat mobil, mobil pribadi tiga dan patroli satu. Mobil patroli ada di luar, yang lain di kanan jalan,” ungkapnya, Rabu (4/11/2020).

Masih kata I, saat kejadian ia lewat namun lantaran HP miliknya ketinggalan, ia tidak bisa mengabadikan moment penangkapan pelaku. Menurutnya, saat diamankan pelaku bersujud di bawah kemudian digeledah dan dibawa pulang ke rumahnya di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

“Saya pas lewat, nggak bisa moto wong HP ketinggalan. Tidak ada yang berani, kok saya ya saya motor. Tidak mungkin miras. Pas ditangkap, dia dibawah ngelemprek (duduk dibawah, red). Dua kali (masuk penjara). Pernah masuk kasus narkoba, sekarang narkoba juga. Anaknya itu diam-diam, nggateli,” ucapnya.

Sumber beritajatim.com menyebutkan, pelaku merupakan residivis kasus narkoba di Polrestabes Surabaya pada tahun 2017 lalu. Pelaku yang berprofesi sebagai tukang servis HP ini menjalani hukuman penjara selama 11 bulan. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar