Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Penggali Makam Istri di Ponorogo Diduga Alami Gangguan Mental

Ponorogo (beritajatim.com) – Robyek (65) awalnya tidak menggubris peringatan dari Kepala Desa Jonggol, Supriyadi untuk menghentikan aksinya menggali makam istrinya. Aksi penggalian baru berhenti, saat jajaran Muspika Kecamatan Jambon datang ke lokasi makam.

Kapolsek Jambon IPTU Nanang Budianto turun langsung untuk membujuk Robyek. Setelah diberikan penjelasan oleh Kapolsek, akhirnya Robyek menghentikan penggalian yang menggunakan cangkul dan parang tersebut.

“Pelaku menggali kurang lebih sudah mencapai kedalaman 1 meter. Dibujuk untuk menghentikan akhirnya mau,” ungkap IPTU Nanang Budianto, Rabu (24/11/2021).

Nanang menceritakan kronologis kejadiannya, awalnya sekitar pukul 10.00 WIB Robyek mulai menggali kuburan Simpen, istrinya yang meninggal pada tanggal 27 Oktober 2021 lalu. Dalam menggali, pelaku menggunakan cangkul dan parang. Dia melakukan penggalian, karena merasa selama ini ada bisikan pada dirinya. Dimana bisikan itu untuk menyuruh menggali kubur almarhumah istrinya.

“Menurut informasi, Robyek ini dapat bisikan untuk menggali kubur istrinya,” ungkap Nanang.

Usai berhenti menggali itu, Robyek kemudian dibawa oleh tenaga kesehatan ke RSUD dr. Harjono. Tenaga Kesehatan ini yang biasanya mengurusi ODGJ di rumah sakit plat merah tersebut. Nanang menyebut, pelaku kemungkinan besar memgalami gangguan mental atau depresi atas meninggalnya sang istri.

“Pelaku diperiksa kejiwaannya di RSUD dr Harjono Ponorogo,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Robyek (65), warga Desa Jonggol Kecamatan Jambon ternyata bukan sekali ini saja berusaha membongkar makam istrinya, almarhumah Simpen. Ternyata setelah 7 hari meninggalnya Simpen, Robyek juga sempat menggali makam sang istri. Hanya saja saat itu niatnya diurungkan setelah mendapat peringatan dari kepala desa Jonggol.

“Dulu pernah akan menggali juga, saya ingatkan, akhirnya cuma berdoa dan tabur bunga dan langsung pulang,” kata Kepala Desa Jonggol, Supriyadi.

Nah, saat percobaan yang kedua ini, Supriyadi menyebut jika peringatannya kali ini tidak diindahkan oleh Robyek. Dia tetap menggali tanah, meski sudah banyak orang berada di pemakaman. Supriyadi akhirnya menghubungi Muspika Kecamatan Jambon untuk meminta bantuan, memeringatkan Robyek untuk menyudahi menggali makam istrinya.

“Dia bawa parang dan cangkul untuk menggali. Diingatkan tidak mau, akhirnya saya hubungi Polsek dan Koramil Jambon,” ungkap Supriyadi. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar