Peristiwa

Pengawalan Ambulan oleh Komunitas Motor Bahayakan Keselamatan

Foto: Ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Pengawalan ambulans secara mandiri oleh komunitas sepeda motor bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Yang punya kewenangan pengawalan kendaraan adalah kepolisian. Kalau ada warga yang membutuhkan ya minta bantuan ke jajaran kepolisian,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jember Hadi Mulyono, Senin (28/10/2019).

“Masyarakat tidak diperkenankan (mengawal) karena membahayakan bagi mereka. Apalagi undang-undang pun sudah menyebutkan ada prioritas kendaraan yang harus diutamakan lewat, mulai dari pemadam kebakaran dan ambulans,” kata Hadi.

Ambulans yang mendapat prioritas kedua adalah yang mengangkut warga sakit. Sementara untuk ambulans yang mengangkut jenazah berada pada prioritas nomor tujuh.

“Pengendara lain pun seharusnya mengalah. Saya yakin warga sadar, kalau ada ambulans lewat, mereka akan menepi,” kata Hadi.

Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto meminta komunitas sosial sepeda motor pengawal ambulans ditertibkan Dishub dan polisi. “Itu membahayakan pengguna jalan lain. Kami dapat keluhan masyarakat. Mereka dengan modal sirine menerobos lampu merah ” katanya.

“Kalau ada kecelakaan atau crash dengan masyarakat, Dishub dan polisi akan ikut jadi pihak yang disalahkan (jika tak ada penertiban). Saya minta segera ditindaklanjuti,” tambah David. (Wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar