Peristiwa

Pengasuh Pesantren Kedunglo Kediri Wafat, Ucapan Bela Sungkawa Mengalir

Kediri (beritajatim.com) – Meninggalnya KH. Abdul Latif Madjid RA meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Kedunglo Kediri. Tak terkecuali jajaran Forkompinda Kediri.

Ucapan bela sungkawa mengalir untuk almarhum pengasuh Pesantren Kedunglo tersebut. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam akun instagram pribadinya Abdullah_abe menyampaikan rasa duka yang mendalam.

“Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Turut berbela sungkawa atas wafatnya Romo KH. Abdul Latif, pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo. Insya Allah khusnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Lahul fatikah,” tulis Mas Abu, panggilan akrab Abdullah Abu Bakar.

Ucapan yang sama dari Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana. “Polres Kediri Kota bersama seluruh staf dan Bhayangkari mengucapkan Innalillahi Wainna Ilahi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Kanjeng Romo KH.Abdul Latif Madjid RA. Semoga amal ibadah, pengabdian dan perjuangan beliau diterima Allah,” tulis ucapannya.

Sebelumnya, KH.Abdul Latif Madjid RA, pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo wafat jam 6.40 WIB. KH. Abdul Latif Madjid lahir, pada 15 Agustus 1952. Kiai Latif, sapaan akrabnya adalah putra Muallif Sholawat Wahidiyah QS wa RA, muallif (penyusun sholawat wahidiyah).

Kiai Abdul Latif merupakanc ucu dari Mbah KH. Mohammad Ma’roef RA, pendiri Pondok Pesantren Kedunglo yang masyhur sebagai profesor doa karena keampuhan doa Beliau.

Semasa hidup, almarhum menikah dengan Ibu Nyai Hj. Sholihah, S.Pd. M.M. Dari pernikahan itu dikaruniai empat orang anak. Pertama, Agus Abdul Majid Ali Fikri, M.Hum, Ning Firdausul Ma’rifah, Agus Muhammad Mundir Tajul Wahidiyin dan Agus Ahmad Muhammad Wahiduzzaman Mustofa. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar