Peristiwa

Pengamanan Malam Tahun Baru di Sumenep Tanpa Senpi

Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi

Sumenep (beritajatim.com) – Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi meminta agar seluruh personel pengamanan perayaan malam tahun baru 2019 lebih mengedepankan tindakan preventif dan preemtif.

“Saya minta kepada anggota untuk bertindak humanis, mengedepankan upaya preventif dan preemtif,” katanya, Selasa (31/12/2019).

Menurutnya, aparat keamanan haru peka terhadap situasi. Apabila ada suatu keadaan yang memerlukan tindakan, maka harus mampu berpikir langkah apa yang akan dilakukan. “Yang penting mengedepankan cara bertindak humanis, disertai deteksi dini, dan penegakan hukum sebagai langkah paling akhir,” ujar Deddy.

Karena itulah, untuk pengamanan malam tahun baru ini, ia melarang anggotanya membawa senjata api (senpi). Senpi milik anggota diminta untuk dititipkan di Mapolres. “Ini kan pengamanan humanis. Jadi masing-masing satuan jangan gunakan senpi karena memancing situasi kisruh dan tak terkendali,” ucapnya.

Ia menjelaskan, apabila terjadi suatu keadaan genting atau kericuhan tak terkendali, maka ada pasukan pemukul yang bergerak. Pasukan pemukul ini dilengkapi dengan peralatan seperti tameng dan pentungan.

“Tapi pasukan pemukul ini sifatnya hanya siaga. Mereka cukup patroli keliling ke pusat-pusat keramaian masyarakat. Pasukan pemukul ini juga tidak boleh bawa senpi. Wong yang akan diamankan ini masyarakat. Buat apa pakai senpi?” tegasnya.

Untuk pengamanan perayaan malam Tahun Baru, disiagakan 450 personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi samping dan stake holder. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar