Peristiwa

Pengamanan Larangan Mudik, Polres Jombang Terjunkan 319 Personel

Personel Polres Jombang mengkuti apel pengamanan larangan mudik Idul Fitri 1442 H di lapangan Mapolres setempat, Senin (26/4/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang menerjunkan 319 personel untuk pengamanan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H atau 2021. Petugas tersebut ditempatkan di sejumlah titik penyekatan.

Hal tersebut diungkapkan saat Polres Jombang menggelar apel kesiapan pengamanan larangan mudik Idul Fitri 1442 H/2021 dipimpin Bupati Jombang Hj. Munjidah Wahab di Lapangan Polres Jombang, Senin (26/4/2021).

“Ada 319 personel yang kita terjunkan. Sedangkan penyekatan dilakukan di empat titik. Yakni, pintu keluar tol Tembelang, pintu keluar tol Bandarkedungmulyo, simpang empat Sukorame Kecamatan Kabuh, serta depan Koramil Mojoagung,” ujar Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho.

Selain Kapolres Jombang, acara tersebut juga dihadiri Dandim 0814 Jombang Letkol Inf. Triyono, Dansat Radar 222 Kabuh Letkol Lek. Yudi Amrizal, Pejabat Utama Polres Jombang serta Instansi terkait. Sedangkan peserta gelar pasukan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan organisasi masyarakat seperti Banser dan Senkom.

Dalam sambutannya Bupati Jombang mengatakan, pemerintah melalui satgas pengamanan Covid-19 mengeluarkan surat Edaran nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) selama bulan Ramadan.

“Itu terhitung mulai tanggal 22 April sampai dengan 24 Mei 2021. Sehingga dengan adanya hal tersebut maka larangan mudik lebaran secara resmi diberlakukan,” jelas Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

Bupati Jombang Hj Mundjidah saat menyampaikan sambutan

Kebijakan ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi terjadinya lonjakan pertambahan penyebaran covid-19. Karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya setiap ada libur panjang mengakibatkan bertambahnya penyebaran covid-19.

Bupati meminta seluruh petugas memantapkan niat baik dan segala upaya yang dilaksanakan dalam operasi ini sebagai amal kebaikan yang diridai oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Utamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani standar operasional prosedur dan protokol kesehatan yang ada. Lakukan operasi keselamatan secara profesional dengan persuasif, normatif, humanis dan tanpa diskriminatif sehingga tidak menimbulkan komplain dari masyarakat,” pesannya.

Bupati juga mengimbau agar masyaraka mematuhi protokol kesehatan dan larangan mudik 2021. “Saya minta untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus baru covid-19 pada haril ibur, kita harus melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah,” pungkas Mundjidah. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar