Peristiwa

Pengakuan Pemilik Jebakan Tikus yang Tewaskan 4 Orang

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hasil keterangan dari pemilik aliran listrik yang digunakan untuk jebakan tikus di area persawahan turut Dusun Prijek, Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro digunakan untuk beberapa orang. Jebakan tikus tersebut menelan empat nyawa akibat tersengat aliran listrik.

“Jadi satu aliran itu dicabang untuk beberapa persawahan untuk menjebak tikus yang menyerang tanaman petani,” ujar Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo, Senin (12/10/2020).

Saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap pemilik saluran, Tiono warga Dusun Prijek, Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor. Empat korban yang meninggal akibat tersengat aliran listrik tersebut tidak masuk dalam pemasangan jebakan tikus tersebut. “Banyak yang menggunakan jebakan tikus pakai aliran listrik, tapi korban ini tidak termasuk,” jelasnya.

Nahas menimpa empat orang yang masih dalam satu keluarga hingga meninggal dunia itu ditengarai karena tiang penyangga kabel roboh. Kabel yang teraliri listrik putus dan tersandung korban hingga meninggal dunia di lokasi kejadian, area persawahan.

“Dari keterangan pemilik, sudah ada tanda adanya aliran listrik dengan menggunakan lampu pijar. Tapi kondisinya tiang penyangga kabel roboh dan kabelnya putus,” ungkapnya sesui keterangan Tiono yang disampaikan kepada petugas kepolisian.

Sementara diketahui, kabel aliran listrik untuk jebakan tikus itu diambil dari rumah Tiono yang berjarak sekitar 500 meter dari area persawahan. Aliran listrik tersebut biasa dipasang saat musim tanam hingga mulai berbuah. Pemasangan jebakan tikus itu dilakukan untuk melindungi tanaman dari serangan tikus.

Saat ini, para petani setempat sedang menanam cabai dan sudah mulai berbuah. “Pemasangannya sudah sekitar tiga bulan lalu,” ujar salah seorang warga, Mujid.

Sekadar diketahui, nasib tragis satu kelurga yang meninggal dunia karena tersengat aliran listrik jebakan tikus yakni, Parno (65) (Ayah), Reswati (55) (Ibu) serta kedua anaknya Jayadi (31) dan Zaenal Arifin (21). Keempat korban ditemukan oleh saksi Warno sekitar pukul 06.00 WIB tergeletak di pematang sawah sudah tidak bernyawa. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar