Peristiwa

Pengadopsi Bayi yang Dibuang di Masjid Diprioritaskan dari Ponorogo

Kadinsos P3A Ponorogo Supriyadi saat menyerahkan bayi Nur ke Kepala UPT PPSAB Sidoarjo, Dwi Antini Sunarsih di RSUD dr. Harjono. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Masyarakat yang ingin mengadopsi Nur, bayi laki-laki yang dibuang di masjid, harus sabar menunggu untuk mengikuti proses adopsi. Sebab, pihak dari Perlindungan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo, yang saat ini merawat Nur, masih akan merawat hingga 6 bulan ke depan.

“Akan kami rawat sampai 6 bulan baru akan kita adopsikan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPSAB Sidoarjo, Dwi Antini Sunarsih, saat menjemput bayi Nur, di RSUD dr. Harjono, Rabu (24/2/2021).

Dwi Antini mengungkapkan bagi pasangan yang ingin mengadopsi setidaknya minimal sudah 5 tahun menikah. Usianya di kisaran 30-50 tahun. Mampu secara sosial ekonomi. Mendapatkan surat keterangan dari Dinsos setempat. Kemudian juga surat keterangan jiwa dari psikiater, dan surat keterangan dari dokter kandungan. Selain itu pemohon juga menyiapkan KTP, KK, dan surat nikah yang akan dilampirkan. “Untuk bayi Nur ini, sesuai permintaan dari Dinsos Ponorogo, pengadopsi akan diprioritaskan dari Ponorogo,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo Supriyadi mengungkapkan ada 18 orang berminat mengadopsi Nur. Keseriusan 18 orang tersebut, terlihat saat mereka ke kantornya untuk menanyakan mekanisme pengadopsian si Nur.

“Kalau yang lewat telpon ada 26 orang, tapi yang ke kantor ada 18 orang. Mereka bukan hanya dari Ponorogo tetapi juga ada yang berasal di Magetan, Madiun dan Surabaya,” katanya.

Mereka yang ke kantor Dinsos ini, kata Supriyadi, rata-rata pasangan yang sudah menikah sekian tahun, namun belum mempunyai keturunan. Bisa dibilang 18 orang itu sudah memenuhi persyaratan pengadopsian. Mereka dari kalangan polisi, PNS dan juga wiraswasta. “18 orang yang ke kantor Dinsos ini sudah memenuhi persyaratan pemohon adopsi anak,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar