Peristiwa

Penerimaan Ijazah di Mojokerto Dibubarkan, Ini Penyebabnya

Petugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto membubarkan Penerimaan Ijazah RA Perwanida.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kegiatan penerimaan ijazah yang digelar Raudlatul Atfhal (RA) Perwanida dibubarkan Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Penerimaan ijazah yang digelar di Oshilova Garden Resto, Jalan Gajahmada, Randubango, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto itu dinilai tak mematuhi protokol kesehatan.

Orang tua wali murid diundang RA Perwanida Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto digelar di dalam gedung. Ada panggung dengan spanduk besar bertuliskan ‘Congratulations KB-RA Perwanida Ngoro’ dengan balon warna-warni menghiasi panggung. Meski menggunakan masker dan face shield, namun kursi tidak ada jarak.

Sehingga tampak berkerumun antara orang tua wali murid dan para siswa yang mengikuti kegiatan wisuda. Petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto yang datang ke lokasi langsung memberikan himbauan kepada penyelenggaraan karena kegiatan menimbulkan kerumunan dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Kita membubarkan kerumunannya karena jelas kegiatan ini melanggar protokol kesehatan. Yang dimaksud oleh masyarakat hanya memakai masker, cucu tangan sudah aman. Padahal ada 5M dan dalam kegiatan ini tidak diberlakukan penerapan menjaga jarak,” kata Kapolsek Mojosari Kompol Heru Purwandi, Senin (21/6/2021).

Selain menimbulkan kerumunan, lanjut Kapolsek, kegiatan penerimaan ijazah tersebut juga tidak ada ijin dari Satgas Covid-19 Kecamatan maupun Kabupaten Mojokerto. Sehingga Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto setelah menberikan himbauan terkait pentingnya protokol kesehatan saat pandemi, juga membubarkan kegiatan tersebut.

“Tadi tidak menghindari kerumunan malah ini mendatangkan warga. Ini tidak ada ijin dan melanggar protokol kesehatan. Lebih dari 80 orang dengan kapasitas kemungkinan 50 orang. Kami lakukan pendalaman dan sanksi jelas pasti ada yang diterapkan dengan pelanggaran protokol kesehatan,” katanya.

Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto, Noerhono mengatakan, pihaknya akan melakukan mendalaman terkait ijin usaha Oshilova Garden Resto. “Kita lihat dari proses pendalaman yang kota lakukan, jika tidak ada ijin usaha maka akan disegel,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Oshilova Garden Resto, Didin Adi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan protokol kesehatan dengan ketat ketika para undangan penerimaan ijazah RA Perwanida. “Kami sudah terapkan protokol kesehatan sebaik mungkin, semua peserta memakai masker maupun faceshild. Saat masuk ruangan peserta di thermogun,” ujarnya.

Menurutnya, kapasitas gedung yang dimiliki tersebut untuk masih bisa menampung jumlah peserta. Adi menjelaskan, jika peserta baik siswa maupun wali murid di atas 70 orang, sementara daya tampung gedung sebanyak 150 sampai 200 orang. Namun ia mengaku belum mengantongi izin dari Satgas Covid-19 terkait kegiatan tersebut.

“Kapasitasnya sekitar 150 sampai 200 orang, kalau di isi di atas 70 orang, masih separuhnya. Memang untuk izin dari Satgas Covid-19, kamu belum kantongi. Ini kelalaian kami juga belum mengajukan ijin atas kegiatan tersebut,” pungkasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar