Peristiwa

Penemuan Situs Peninggalan Kerajaan Diduga Masuk Kawasan Bandara Kediri

Kediri (beritajatim.com) — Sebuah situs yang diyakini peninggalan era Kerajaan ditemukan di Kampung Tanjung, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Lokasi penemuan benda bersejarah ini ditengarai berada pada area terdampak pembangunan Bandar Udara (Bandara) Kediri.

Terhadap temuan tersebut, Pelestari Sejarah Budaya Khadiri atau Pasak melaksanakan survei lokasi. Komunitas Pasak melakukan pengamatan dan pengukuran secara langsung. Hasilnya didapat adanya temuan struktur batu bata kuno pada dua titik lokasi yang berdekatan.

Struktur batu bata tersebut berada di tebing sungai yang tidak jauh dari Punden Tanjung. Lokasi tepatnya, berada pada jarak sekitar 10 meter dari sudut pertemuan aliran sungai. Struktur bata tersebut tertembus oleh akar pohon, pada sela-selanya dan keduanya saling keterkaitan.

“Struktur ini pas berada di tepuran (pertemuan) sungai. Lumayan besar. Dimana, lokasinya berdekatan. Ada di Kampung Tanjung, dekat dengan pembangunan Bandara Kediri. Kita sendiri juga belum tahu site plane dari Bandara, apa kawasan ini juga masuk,” kata Novi dari Pasak dalam percakapan pada video temuan yang dikirimkan ke sejumlah grup whatsapp dan jejaring sosial facebook dengan akun DAHA Budaya.

Struktur bata pertama tidak terlalu besar. Tatapi yang kedua cukup besar dengan posisi memanjang dari timur ke barat kurang lebih 9 meter. Tatanan batu bata kuno tersebut menyambung dari struktur pertama ke struktur kedua. Kemudian pada struktur yang lebih luas, terdapat 31 lapis bata yang kelihatan. Struktur tersebut terdiri beberapa cluster ruangan. Sementara, pada salah satu cluster terdapat sebuah terowongan yang dalam dengan diameter sekitar 20 centimeter.

Dari hasil survei awal Tim Pasar, memperkirakan apabila struktur batu bata kuno tersebut adalah instalasi keairan (drainase) dimasa kerajaan. Bangunan tersebut berkaitan dengan sungai yang ada di bawahnya. Namun, untuk memastikan, Tim Pasak langsung melaporkan temuan itu ke pihak-pihak terkait, termasuk Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk diteliti lebih komperhenship.

“Lebih lanjut kita tunggu pihak berwenang. Harapannya, dengan temuan ini bisa untuk pengembangan wisata budaya di Kabupaten Kediri yang bisa disinergikan dengan sieplane Bandar. Agar bisa lestari dan bermanfaat untuk dikembangkan,” katanya. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar