Peristiwa

Pendukung Berang Dengar Isu Intimidasi terhadap Plt Bupati Jember

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Abdul Muqiet Arief menerima kedatangan para pendukungnya di kantor Pemkab Jember

Jember (beritajatim.com) – Kurang lebih 20 orang pendukung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Abdul Muqiet Arief mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (30/9/2020). Mereka berang mendengar isu adanya intimidasi terhadap Muqiet.

Mereka ditemui langsung Muqiet. “Kami terus terang terusik dan betul-betul sakit, bilamana ada upaya-upaya yang ingin mengganggu kinerja Pak Plt Bupati yang sekarang sangat jelas tugasnya dan padat. Kami berharap, jangan sampai ada pihak mana pun yang ingin membuyarkan konsentrasi atau mengganggu jalannya pemerintahan Jember,” kata Dwiagus Budianto, juru bicara pendukung.

Dwiagus menanyakan kebenaran informasi soal intimidasi terhadap Muqiet. “Kami mendapat kabar bahwa ada semacam intimidasi atau ancaman kepada Bapak Plt Bupati. Mudah-mudahan ini tidak benar, sehingga kami merasa tenang, rakyat tenang,” katanya.

Dwiagus mendengar bahwa ada salah satu oknum pejabat yang mengirimkan pesan WhatsApp kepada Muqiet. Dalam pesan WA itu, oknum itu mengatakan, bahwa jabatan pelaksana tugas bupati mendapat mandat dari Bupati (Faida). ‘Ini pembodohan,” kata Dwiagus.

“Kalau kabar ini benar, apalagi dilakukan oleh jajaran pejabat di bawahnya yang jelas tidak beretika dan arogan, kami berharap Bapak Plt Bupati memberikan sanksi atau tindakan tegas atau memerintahkan Inspektorat untuk memberikan sanksi pejabat atau siapapun di bawah pemerintahan ini bila itu terjadi,” kata Dwiagus.

“Kami siap di garda terdepan, bersama Bapak Plt Bupati selaku bupati, selaku kiai, selaku tokoh sahabat. Jangan sampai ada pihak-pihak mana pun yang mengganggu, karena ini juga pelecehan,” kata Dwiagus.

Dwiagus memahami jika Muqiet akan selalu memaafkan hal tersebut. “Tapi kami belum bisa memaafkan. Mudah-mudahan kabar ini tidak benar,” katanya.

Muqiet membantah adanya isu tersebut. “Tidak benar. Saya sekarang Jember, khususnya di internal Pemerintah Kabupaten Jember, kemarin diawali dengan apel, saya sedang berusaha semaksimal mungkin bagaimana keluarga besar di Pemkab Jember betul-betul membentuk satu team work. Tidak ada kelompok-kelompok. Tidak ada suka tidak suka,” katanya.

Muqiet diangkat menjadi pelaksana tugas bupati, setelah Bupati Faida mengajukan cuti untuk mengikuti masa kampanye pemilihan kepala daerah. Muqiet akan merangkul semua PNS. Dia bersyukur mendapat dukungan moral dari warga. “Ini sebuah energi bagi saya. Memang tugas saya selama 72 hari cukup berat. Tapi insya Allah dengan doa Panjenengan semua, saya akan berusaha semaksimal mungkin,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar