Peristiwa

Pendaki Gunung Raung Asal Singapura Mulai Kehabisan Bekal

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan, persediaan bahan makanan para pendaki yang terjebak di Gunung Raung menipis. Bahkan, logistik yang mereka bawa hanya cukup untuk satu kali makan saja.

“Logistik sampai malam ini aman, tetapi untuk besok mereka kehabisan bekal,” terangnya, Sabtu (5/10/2019).

Namun, BPBD Banyuwangi telah mengirim personel bantuan untuk naik ke puncak. Meskipun, perlu waktu hingga 8 jam sampai ke titik lokasi. “Kita sudah ada tim perbantuan dari Kecamatan Kalibaru yang menuju ke sana, mereka akan mencoba membuka jalur dengan melakukan pemadaman dan mensuplai makanan,” katanya.

Saat ini sebanyak 13 pendaki masih tertahan di Pos 9 Gunung Raung. Mereka tidak dapat turun karena jalur pendakian masih terbakar. “Jalurnya sulit dan ekstrem, dan hanya satu orang yang bisa melewatinya, sehingga kalau mereka terjebak api maka tidak bisa turun karena jalurnya sangat-sangat sulit,” ungkapnya.

Jalur yang diperkirakan terbakar ada di pos 6,7 dan 8 Gunung Raung. Luasnya, sekitar 2 Kilometer. Seperti yang diketahui, 13 pendaki masih terjebak di puncak Gunung Raung. Mereka terdiri dari selain 7 orang turis asing asal Negara Singapura, 4 orang warga Kecamatan Kalibaru sebagai porter, 1 warga DKI Jakarta dan 1 orang warga Kabupaten Jember. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar