Peristiwa

Pencarian Nelayan Hilang Terkendala Gelombang Besar

Tuban (beritajatim.com) – Pencarian nelayan yang hilang di laut Tuban terkendala gelombang besar. Hingga saat ini korban belum juga ditemukan, Selasa (23/6/2020). Pencarian itu melibatkan tim SAR (search dan recue) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta ejumlah nelayan.

Mereka sudah berusaha mencari Sariyan (48), nelayan asal Dusun Meduran, Desa Beji, Kecamatan Jenu, yang hilang di laut utara Tuban saat sedang mencari ikan. Pencarian di hari pertama ini dilakukan selama enam jam. Namun kemudian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan besuk dengan menyisir kawasan korban pertama kali hilang.

“Setelah mendapatkan laporan, kita datang ke lokasi untuk melakukan pemetaan. Selanjutnya kita terjunkan tim untuk melakukan pencarian dengan menggunakan satu perahu karet,” terang Taufik, Kasi Kedaruratan BPBD Tuban saat di kawasan pantai Dusun Meduran, Desa Beji, Kecamatan Jenu.

Tim SAR dari BPBD Tuban itu langsung menyisir titik di mana awal perahu nelayan tersebut ditemukan dengan kondisi sudah tidak ada orangnya dengan jarak sekitar 3 mil dari pantai. Namun saat tim SAR menyisir lokasi itu, korban sudah tidak lagi terlihat. “Hingga sampai saat ini korban belum ditemukan,” tambahnya.

Menurutnya, proses pencarian korban terkendala kondisi cuaca. Pasalnya saat mulai dilakukan pencarian, sudah mulai terjadi gelombang besar dan arus bawah laut tersebut juga cukup kencang. “Kendalanya gelombang besar, mungkin kalau di pantai ini sampai sekitar 2 meter. Kita masih terus melakukan pencarian dengan memperluas titik sasaran” pungkasnya.

Seperti diberitakan, seorang nelayan bernama Sariyani (48), asal Dusun Meduran, Desa Beji, Kecamatan Jenu, dinyatakan hilang tenggelam di perairan laut utara Kabupaten Tuban saat mencari ikan. Korban jatuh ke laut dan tenggelam saat sedang menebar jaring dan terempas gelombang besar. [mut/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar