Peristiwa

Pencarian Korban Hilang di Sungai Mas Mojokerto Dilanjutkan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini

Mojokerto (beritajatim.com) – Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bersama Tim Basarnas Surabaya melakukan pencarian terhadap korban yang dikabarkan hilang di Sungai Mas, Dusun Wonorejo, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (31/12/2019) sore.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, rencana Operasi Search and Rescue Unit (SAR) akan dilakukan pada, Rabu (1/1/2020) pagi ini. “Operasi SAR dimulai pagi ini, sekira pukul 07.30 WIB untuk mencari korban hilang di Sungai Mas sore kemarin,” ungkapnya.

Masih kata Zaini, Operasi SAR dilakukan dengan empat Unit Setingkat Regu (SRU) untuk mencari korban, Wasis (58) warga Desa Jetis RT 002 RW 007, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Pencarian dilakukan dengan melakukan penyisiran sepanjang 500 meter dari lokasi diduga korban tenggelam.

“Kemarin sore, korban hilang di Sungai Mas setelah pamit istrinya hendak mencari rumput untuk pakan ternak di pinggir sungai. Istrinya sempat meminta korban untuk pulang, namun sampai selang beberapa saat istri tidak melihat hingga mencarinya bersama warga sekitar,” katanya.

Sebelumnya, seorang warga dikabarkan hilang di Sungai Mas Dusun Wonorejo, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (31/12/2019) sore. Korban Wasis (58) warga Desa Jetis RT 002 RW 007, ini hilang di Sungai Mas setelah pamit istri untuk mencari rumput pakan ternak di pinggir sungai.

Sekira pukul 16.00 WIB, korban mencari ikan di Sungai Mas. Korban sempat pulang ke rumah yang berada tepat di atas sungai, lalu korban berniat mencari rumput untuk pakan ternak di bantaran Sungai Mas. Istri korban, Poni sempat meminta korban untuk pulang namun selang beberapa saat korban sudah tidak terlihat.

Istri korban mencari ke sekitar lokasi kejadian dibantu oleh warga, namun korban belum juga ditemukan. Sehingga pihak keluarga korban melaporkan ke perangkat desa setempat dan potensi relawan dan diteruskan ke BPBD Kabupaten Mojokerto.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar