Peristiwa

Pencarian Korban Tenggelam

Pencarian dengan Tekonologi Hingga Mistis Dilakukan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pencarian hari ke empat terhadap korban yang hanyut di anak Sungai Pacal Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro belum membuahkan hasil. Berbagai cara dilakukan, mulai dari yang sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP) Tim SAR hingga dengan cara mistis.

Anggota search and rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Sukirno mengatakan, pencarian akan dilanjutkan kembali dihari kelima. Berbagai upaya dilakukan dalam pencarian korban tenggelam Watini (52) Warga RT 2 RW 1 Desa/Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro, pada (4/2/2019) lalu.

Pencarian terhadap Watini melibatkan Tim Basarnas Trengalek, Tim SAR BPBD Bojonegoro, Anggota Polsek, Koramil, Kepala Desa, Perades Linmas masyarakat Gondang dan Unsur BKP, KSB dan Tagana. Beberapa cara yang dilakukan dengan melaksanakan penyisiran mulai tempat kejadian hingga Waduk Pacal.

Penyisiran sungai dilakukan dengan menggunakan alat tradisional berupa rujuk yang dilaksanakan masyarakat bersama Tim SAR Bojonegoro dan Basarnas. Menggunakan perahu tradisional nelayan setempat, serta menggunakan dua perahu karet dari BPBD dan Basarnas.

Berbagai cara dilakukan. Saat jurnalis beritajatim.com menanyakan terkait pencarian dengan cara mistis yang melibatkan unsur paranormal di daerah setempat, Sukirno mengatakan bahwa berbagai cara sudah dilakukan. “Berbagai cara sudah kita lakukan,” ungkapnya.

Dalam pencarian hari keempat, beberapa kendala yang dialami diantaranya kondisi sungai berlumpur sehingga kemungkinan korban tertimbun pasir, selain itu aliran sungai sangat deras dan banyak rumput ditepian sungai. Diketahui, pencarian korban dimulai pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Sekadar diketahui, korban Watini terseret arus sungai bersama dengan anaknya, Lasmini (24). Sementara, anaknya berhasil dievakuasi oleh warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian dengan selamat.

Keduanya terseret arus saat hendak menyeberangi sungai sekitar pukul 16.00 WIB usai mencari daun gebang (bahan sapu) di hutan. Saat keduanya menyeberang debit air sedang tinggi. Apalagi, ditambah usai terjadi hujan lebat di daerah setempat. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar