Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pencairan JHT Kembali ke Aturan Lama, Buruh Jawa Timur Bersorak

Demo buruh di depan gedung Grahadi, Selasa (01/03/2022) lalu.

Surabaya (beritajatim.com) – Usai menjadi polemik di masyarakat, pemerintah resmi mengembalikan proses pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) ke aturan lama. Menanggapi hal tersebut, kelompok buruh di Jawa Timur (Jatim) yang kemarin sempat berdemo di gedung Grahadi menyambut keputusan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tersebut dengan bahagia.

Seperti yang disuarakan saat berdemo di Gedung negara Grahadi, Selasa (1/3/2022), buruh tidak setuju dengan dikeluarkanya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022. Sebab, dalam peraturan tersebut mengatur tentang syarat pencairan JHT harus mencapai usia 56 tahun. Padahal, menurut buruh, JHT merupakan uang pribadi dari buruh yang ditabung.

Juru bicara (Gerakan Serikat Pekerja), Jazuli mengatakan, buruh menyambut baik kabar tentang batalnya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tersebut. Sebab, sudah seharusnya aturan itu dikembalikan ke awal. Di aturan sebelumnya, yakni dalam Permenaker 19 Tahun 2015, tidak mengatur tentang batas usia pensiun pekerja yang bisa mencairkan dana JHT.


“Kami menyambut baik hal ini, meskipun kita masih menunggu surat resminya. Karena sudah semestinya aturan JHT harus kembali ke aturan lama dan bisa lebih baik,” kata Jazuli, ketika dikonfirmasi, Rabu (2/3/2022).

Selain itu, Jazuli berharap agar pemerintah tidak membuat aturan-aturan yang merugikan rakyat. Menurutnya, masih banyak yang perlu dikerjakan demi mensejahterakan para pekerja. “Kedepan kami berharap pemerintah tidak berbuat seperti ini lagi, karena masih banyak yang harus dikerjakan demi kesejahteraan pekerja,” jelasnya.

Senada dengan Jazuli, Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Jawa Timur (FSPMI Jatim), Nuruddin Hidayat menyambut baik kebijakan tersebut. “Iya tentunya kita menyambut baik komitmen Menaker untuk mengembalikan regulasi pencairan JHT ke aturan yang lama. Artinya buruh yang ter-PHK tidak perlu menunggu hingga usia 56 tahun untuk mencairkan JHT,” kata Nuruddin.

Sebelumnya, massa aksi yang berasal dari berbagai serikat buruh di Jawa Timur, gagal menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam aksi yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Selasa (1/3/2022). Aksi yang diikuti oleh ribuan buruh tersebut sempat diwarnai oleh pemadaman lampu jalan. [ang/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev