Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Penampakan Lily Wahid Kecil Bersama Sang Ayah

Lily Wahid saat balita bersama ayahnya KH Abdul Wahid Hasyim. [foto/ Seri Buku Tempo: Wahid Hasyim untuk Republik dari Tebuireng/KPG]

Jombang (beritajatim.com) – Banyak kisah Lily Wahid bersama kakak-kakaknya ketika masih anak-anak. Salah satunya adalah ketika Lily Wahid ditinggal di kamar sendirian oleh mereka. Ketika itu Lily baru berusia dua tahun.

Saat itu mereka lima bersaudara, yakni Abdurrahman Ad-Dakhil alias Gus Dur, Aisyah Wahid, Sholahuddin Al Ayubi alias Gus Solah, Umar Wahid, serta Lily Wahid. Suatu siang mereka sedang berada di kamar rumahnya Jl Jawa Jakarta Pusat. Itu sudah menjadi kebiasaan. Karena KH Abdul Wahid Hasyim mewajiban anak-anaknya tidur siang.

Namun anak-anak yang masih lugu itu terbilang bandel. Bukannya tidur seperti yang diperintahkan sang ayah. Empat anak justru meniti kursi, menaiki jendela kamar, memanjat pohon mangga dan sampailah mereka di genting tetangga. Mereka kemudian menuju Taman Surapati, Menteng.

Di tempat tersebut, bocah-bocah lainnya sudah menunggu. Sedangkan Lily Wahid yang saat tahun 1950 berusia dua tahun ditinggalkan sendirian di kamar. Wahid Hasyim tak tahu kalau siang itu, anak-anaknya kabur dari kamar.

Beruntung, siang itu Menteri Agama di era Kabinet Mohammad Natsir ini melakukan sidak ke kamar anak-anaknya. Kagetlah Pak Menteri, karena di kamar hanya mendapati si bontot Lily Wahid. Sedangkan empat kakak Lily sudah kabur entah kemana.

Wahid Hasyim melihat jendela kamar terbuka. Pahamlah Pak Menteri bahwa anak-anaknya kabur dari acara tidur siang. Selama ini Wahid Hasyim memang mewajibkan anak-anaknya tidur siang sepulang sekolah, kemudian jam empat sore dibangunkjan untuk mandi, salat, dan mengaji.

“Bapak sangat disipilin, selalu tepat waktu,” kata Aisyah yang pada saat kejadian berusia 9 tahun, sebagaimana dikutip dari ‘Seri Buku Tempo: Wahid Hasyim untuk Republik dari Tebuireng’ terbitan KPG tahun 2011.

Aisyah Wahid sendiri meninggal pada Kamis 8 Maret 2018. Aisyah tutup usia saat dirawat di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Perempuan yang pernah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 1995-2000 itu dimakamkan di Pondok Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng Jombang.

Sementara itu, Lily Chodijah Wahid atau yang akrab dipanggil Lily Wahid lahir pada 4 Maret 1948. Lily adalah anak kelima dari pasangan KH. A. Wahid Hasyim dengan Ibu Nyai Sholihah Bisri. Usianya baru lima tahun ketika sang ayah pergi wafat meninggalkannya.

Lily Wahid dikaruniai tiga anak dari suaminya yang wafat tahun 1987. Pertama, Nurul Fatchiati, kemudian Riri, dan terakhir Maria Adviani (Vivi). Lily Khodijah binti KH A Wahid Hasyim meninggal pada Senin, 9 Mei 2022 pukul 16:28 di RSCM Jakarta. Jenazah disemayamkan di West Covina Blok SH 6/31, Kota Wisata Cibubur, Bogor. Selanjutnya, Selasa (10/5/2022) jenazah dibawa ke pesantren Tebuireng Jombang untuk dimakamkan.

Lily Chodidjah Wahid merupakan anak ke-5 dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan KH Abdul Wahid Hasyim dan Nyai Sholihah Bisri. Sedangkan anak pertama pasangan ini adalah KH Abdurrahman Wahid Ad-Dakhil alias Gus Dur, anak ke-2 Nyai Hj Aisyah Wahid, anak ke-3 KH Sholahuddin Wahid alias Gus Solah, ke-4 KH Umar Wahid dan ke-6 KH Hasyim Wahid alias Gus Im. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar