Peristiwa

Pemudik dari Arah Padangan Tak Bisa Masuk Bojonegoro

Petugas yang sedang melakukan penjagaan di Pos Check Point Padangan.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemudik yang akan masuk Kabupaten Bojonegoro dari arah Jawa Tengah melalui Kecamatan Padangan sudah tidak bisa. Titik perbatasan tersebut dilakukan penjagaan di Pos Check Point Padangan, dimana pos ini memiliki fungsi penyekat Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

Kasat Lantas AKP Moh Amirul Hakim menjelaskan kegiatan penyekatan di Pos Check Point Padangan dimulai pada tanggal 24 April 2020 dengan sandi Operasi Ketupat Semeru 2020 serta menjelang perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah.

Penjagaan yang dilakukan dengan dinas instansi terkait itu dengan sasaran masyarakat yang mudik dari luar dengan tujuan daerah Jawa Timur. Penyekatan ini dilaksanakan di delapan titik yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Bali.

“Tujuan penyekatan arus pemudik ini tidak lain adalah memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 dari daerah lain yang akan ke Jawa Timur,” tutur AKP Amirul, Sabtu (25/4/2020).

Kasat Lantas menambahkan, rekayasa lalu lintas yang diterapkan, apabila ada kendaraan motor maupun mobil penumpang yang akan mudik akan dikembalikan ke arah Cepu Kabupaten Blora. Lokasi putar balik pemudik di Koramil Padangan, kemudian untuk kendaraan bus akan diputar balik di SPBU Padangan. “Kalau dari arah Bojonegoro yang akan ke Jawa Tengah akan kita putar di Tugu Cepu dan kita sudah berkoordinasi dengan Polres Blora,” pungkas Kasat Lantas.

Dari hasil operasi yang dilakukan hari pertama ada sebanyak 42 motor, 19 mobil dan 2 bus yang sudah dikembalikan ke wilayah asal. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar